TNI Bersama Angkatan Bersenjata AS Adakan Latma Pasific Partnership Di Bengkulu

TNI Bersama Angkatan Bersenjata AS Adakan Latma Pasific Partnership Di Bengkulu
Bagikan

METRORAKYAT.COM | BENGKULU – Tentara Nasional Indonesia dan angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) adakan latihan bersama untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan terhadap bencana yang diadakan di lapangan upacara kantor Gubernur Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Senin (2/4/18) kemarin.

Latihan bersama (Latma) Pacific Partnership bertemakan Strengthening Partner Relationship, Interoperability, Response Capability, Improving Resilient on the effect of all Hazard, and Building Commitment on the Security and Stability of the Region. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 -11 April 2018. Latma ini diikuti oleh peserta yang berasal dari negara Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Inggris, Peru, Korea Selatan, Jepang, Philipina dan Singapura.

Latihan bersama (Latma) Pacific Partnership memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan terhadap berbagi jenis bencana termasuk di dalamnya bencana alam maupun bencana akibat agen biologik (biothreat), serta memperkuat kemampuan negara-negara di kawasan pasifik untuk menghadapi bencana, baik secara mandiri maupun secara bersama dengan negara-negara sahabat.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya Dr. Didit Herdiawan , M.P.A., M.B.A.pada acara pembukaan Pasific Partnership ke-18 tahun 2018.

Pada kesempatan ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa Latma Pacific Partnership merupakan salah satu perwujudan kerjasama antara TNI dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dalam kerangka United States Indonesia Bilateral Defence Discussion (USIBDD) di bidang penanggulangan bencana yang berfokus pada kegiatan operasi bantuan kemanusiaan khususnya kesehatan.

“Interoperabilitas penanggulangan bencana yang dilakukan oleh badan-badan/organisasi terkait penanggulangan bencana di Indonesia (BNPB, BPBD, SAR, PMI, LSM bencana dan delapan klaster bencana di bawah pemerintah) serta TNI, Polri maupun dengan negara-negara sahabat yang memberikan bantuan, merupakan kunci sukses penanggulangan bencana di suatu daerah. Militer di Indonesia selalu siap digerakkan ke suatu daerah atau wilayah yang mengalami musibah massal, baik dalam bentuk bencana alam ataupun buatan yang membutuhkan tenaga besar, cepat dan terlatih untuk pertolongannya,” jelasnya.

Lebih Lanjut lagi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengharapkan dengan latihan bersama Pacific Partnership dapat meningkatkan hubungan kerjasama serta saling pengertian antara militer Indonesia dengan militer dari para peserta negara sahabat.

“Selanjutnya juga diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas di bidang kesehatan baik sipil maupun militer,  membangun fasilitas konstruksi tahan bencana, mempererat hubungan antara negara-negara peserta. Selain itu Latma ini sebagai forum pertukaran pengetahuan maupun pengalaman bidang kebencanaan serta kesehatan militer dalam merespon ancaman non-tradisional di masa mendatang guna kerangka global health security,” harap Panglima TNI. (MR/SURIYANTO-RED)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.