Ketua DPC JPKP Dan BARA JP Tapteng Sayangkan Dr. Indra S, Alihkan Tanggungjawab Pasien Kepada Humas Pemkab Tapteng

Ketua DPC JPKP Dan BARA JP Tapteng Sayangkan Dr. Indra S, Alihkan Tanggungjawab Pasien Kepada Humas Pemkab Tapteng
Bagikan

METRORAKYAT.COM | TAPANULI TENGAH – Masih ingat warga Kelurahan Lubuk Tukko Baru?, Edward Hutagalung (56) korban yang tertimpah balok es saat memuat perbekalan kelaut yang mengenai bagian jarinya, sehingga berujung sampai di amputasi di RSUD Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara beberapa waktu lalu?.

Dalam kejadian tersebut, Edward Hutagalung berserta keluarganya berinisiatif untuk berobat ke RSUD Pandan, dan pihaknya di sarankan agar tangan Edwar Hutagalung segera diamputasi, karena jari jempol sebelah kanan (Edward-red) sudah dalam kondisi patah dan remuk.

Jari tangan Edward yang sudah di amputasi pada Tanggal 04 Maret 2018 lalu, awalnya yang menangani untuk amputasi tersebut adalah Dr. Nanda, akan tetapi Dr. Nanda berhalangan dan dialihkan kepada Dr. Munatsir spesialis ahli bedah di rumah sakit Pandan.

“Setelah tangan Edward Hutagalung diamputasi, tertanggal 07 Maret 2018 pulang kerumah untuk melakukan pemulihan. Setelah melakukan pengecekan dan seminggu kemudian Dr. Nanda yang menangani Edward sedang ada kesibukan, sehingga hanya bertemu dengan Dr. Munatsir yang pada saat itu bertepatan sedang piket dan Dr. Munatsir menganjurkan kami membeli obat keluar. Obat yang dianjurkan Dr. Munatsir untuk membeli ke apotik tidak membuahkan hasil yang sempurna, malah mengakibatkan pasien tersebut merasa gatal-gatal dan mengeluarkan bintik-bintik merahdi sekujur tubuhnya. Dalam kejadian ini korban juga kali keduanya mendatangi Dr. Munatsir, meminta petunjuk bahwa suami daripada Kasmaniar (istri Edward) mengalami gatal-gatal dan bintik-bintik merah pada seluruh tubuh Edward Hutagalung. Selain itu, Sr. Munatsir juga memberikan resep yang sama dan yang berbeda hanyalah bentuk obat vitaminya, penyakitnya (Edward Hutagalung red) terus semakin menjadi dan semakin parah,” jelas Kasmaniar Napitupulu istri korban.

Saat ditemui, Kasmaniar (istri Edward) mengakui bahwa Dr. Munatsir menganjurkan kepada pasien untuk membeli diluar (bukan di apotik), sehingga membuat kondisi tubuh Edward semakin memburuk.

“Seluruh tubuh suami saya menjadi parah, bukan semakin membaik, padahal tangan dia yang di amputasi, ini setelah anjuran Dokter untuk meminum obat, kenapa jadi seluruh tubuhnya macam menjadi terbakar?,” kata Kasmaniar Napitupulu sambil bersedih.

Terpisah dari itu, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) dan bersama Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) untuk sambangi korban diduga alergi obat kepada Edward Hutagalung, warga Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, pada Kamis (26/4/18) kemarin.

Bahri MP Hutauruk, Ketua DPC JPKP Pandan didampingi oleh Ketua Bara JP Tapteng (Kabul Lumban Tobing) dan rekan-rekan, ketika ingin menanyakan penyakit apa sebenarnya yang di derita oleh pasien (Edward Hutagalung) kepada Dr. Indra S yang kebetulan berada dimeja ruangan Teratai pada saat dua organisasi hendak konfirmasi saat itu,  Dr. Indra menyarankan agar menanyakan hal itu ke Humas pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng). Apa hubungannya Humas Pemkab dengan penyakit yang diderita warga Kelurahan Lubuk Tukko tersebut?.

“Tanyakan saja sama Humas Pemkab, itu sudah Instruksi Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, Karena kami masih dibawah naungan Pemkab Tapteng, jadi tanyakan saja kesana langsung,” kata Dr. Indra di RSUD Pandan.

Hingga sampai sekarang, pasien rumah sakit Edward Hutagalung masih terkapar di ruangan Teratai dan pihak medis masih terus berupaya dalam menangani perobatan kepada Edwar Hutagalung.

Dalam hal ini, dua pemimpin organisasi Ketua DPC JPKP dan BARA JP menyayangkan atas tidak etisnya sambutan dari Dr. Indra S yang berada di ruang inap Teratai saat itu, dan kedua organisasi merasa tak nyambung dalam debat saat itu dikarenakan tidak menemukan titik terang dari inti permasalahan yang di derita oleh warga nelayan Lubuk Tukko Baru, Dr. Indra S. Diduga, sebagai Kepala rumah sakit Pandan tidak mau memberikan jawaban yang tepat dan langsung bergegas meninggalkan dua organisasi yang membutuhkan kepastian untuk pertanggungjawaban penyakit yang di derita dan di rasakan oleh Edward Hutagalung (pasien). (MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.