Diduga Terindikasi Korupsi, Masyarakat Desa Lolomboli Lapor DD Ke Inspektorat
METRORAKYAT.COM | GUNUNG SITOLI – Puluhan masyarakat Desa Lolomboli, kecamatan Gunung Sitoli selatan, Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan ADD dan DD Lolomboli tahun 2016-2017 kepada Inspektorat Kota Gunungsitoli baru-baru ini.
Pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2016-2017 di desa Lolomboli, kecamatan Gunungsitoli selatan diduga kuat terindikasi korupsi, sehingga masyarakat melaporkan ke pihak penegak hukum. Hal tersebut disampaikan YL kepada wartawan.
Pelaksanaan ADD dan DD Tahun 2017 pada pembangunan sarana air bersih dari Siwahili menuju Dusun II (dua), dimana diduga kuat telah terjadi kesalahan pada perencanaan awal sehingga tidak menghasilkan debit air. Sampai saat ini pembangunan tersebut belum selesai dan masyarakat juga belum merasakan manfaatnya, upah masyarakat pada pembangunan sarana air bersih tersebut juga belum dibayarkan. Selanjutnya, masyarakat yang bekerja telah melakukan prosedural untuk menagih hak mereka atau upah melalui ketua BPD.
“Disini sangat kuat dugaan bahwa dalam pengelolaan dan pemanfaatan anggaran tersebut telah terjadi tindak pidana korupsi,” kata seorang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dikatakanya lagi, pembukaan badan jalan TA 2016 dari Dusun III (tiga) menuju ke dusun II (dua), dimana kuat dugaan telah terjadi pengelembungan harga sewa alat berat (Excavator), alat tersebut hanya beroperasi selamat 4 (empat) hari dengan upah sewa sebesar ±Rp. 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah) yang digunakan untuk pengerasan jalan dari Dusun III nenuju dusun II TA 2016, dimana kuat dugaan telah terjadi penggelembungan harga material dan pengurangan volume ±200 meter.
“Atas dugaan tersebut, warga desa Lolomboli meminta kepada Inspektorat agar segera melakuan Audit terhadap pengelolaan ADD dan DD tersebut sesuai laporan masyarakat, juga kepada penegak hukup Polres Nias dan Kajari Gunung Sitoli agar segera melakukan penyidikan dan penyelidikan dalam indikasi kerugian keuangan Negara ini,” pesan seorang warga.
(MR1/D1-RED)
