Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.sos., M.M Memonitor Kesiapan Basarnas Sorong
METRORAKYAT.COM | SORONG (PAPUA BARAT) – kunjungan kepala badan nasional pencarian dan pertolongan (Basarnas) marsekal madya TNI M. Syaugi, S.sos., M.M bersama ketua darmawanita persatuan Basarnas Luli M. Syaugi dilakukan untuk memonitor langsung kesiapan Basarnas Sorong dalam melakukan pencarian dan pertolongan.
“Kantor Sar Sorong ini tipe B. Dilihat dari situasi dan kondisinya cukup memadai. Peralatan yang cukup seperti kapal yang panjangnya 40 meter, kendaraan APV dan sebagainya. Yang jelas Basarnas Sorong harus sigap kususnya, dalam merespon Times melakukan tugas-tugas pencarian dan pertolongan, “Kata Syaugi kepada awak media usai melakukan pengarahan di aula Basarnas Sorong, Rabu (14/03/2018).
Menyikapi banyaknya musibah bencana di di laut kususnya, di wilayah Sorong, Papua Barat. Nelayan-nelayan yang melakukan pencarian ikan diminta untuk melengkapi alat Nafigasi sebagai standar operasional saat akan melaut. “Dengan banyaknya nelayan-nelayan yang melaut. Kita himbau supaya melengkapi dengan alat navigasi karena, sering kita menemukan kesulitan untuk menemukan titik koordinatnya dalam melakukan pencarian maupun pertolongan, “kata Syaugi meghimbau kepada para Nelayan kususnya yang berada di wilayah Papua.
Disinggung mengenai kelengkapan peralatan milik Sar Sorong untuk Melakukan pencarian dan pertolongan. Syaugi kembali menegaskan bahwa perlatan yang dimiliki Basarnas di seluruh Indonesia sudah cukup memadai.
“Kita memiliki kapal yang panjangnya 40 meter dan 36 meter di seluruh Indonesia dan memiliki 2 pos Sar, 38 kantor Sar dengan personil sebanyak 3400 personil dengan idielanya 7000 personil namun, kita dapat mampu melaksanakan tugas dibantu dengan pihak-pihak seperti dari kementrian, pemerintah daerah dan elemen warga masyarakat yang punya kemampuan Sar yang dapat di kendalikan oleh Sar, “kata Syaugi menjawab pertanyaan. (MR/Dimas)
