Tak ada mafia narkoba di lapas, kata menkumham

Tak ada mafia narkoba di lapas, kata menkumham
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  JAKARTA — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly membantah dugaan yang menyebut ada mafia narkoba di lembaga permasyarakatan yang dilindungi.

“Enggak lah, kan kemarin kami bawa Kapolri, saya dan Deputi BNN sudah pergi ke Nusakambangan. Kami sudah sediakan tempat di situ yang `hi-tech` (berteknologi tinggi, red.) untuk bandar narkoba,” kata Yasonna di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Kamis.

Guna memperketat pengawasan terkait penyebaran narkoba di lapas, Yasonna mengatakan pengamanan di Nusakambangan sudah berlapis sehingga memperkecil kemungkinan penyebaran narkotika di dalamnya.

“Itu satu orang (terpidana, red.), satu, 24 jam, semua sudah dijamin,” tambahnya.

Hasil gambar untuk BNN TANGKAP KA RUTAN
Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama dengan BNNP Jawa Tengah merilis hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari bisnis narkotika yang melibatkan Kepala Rutan Kelas II B Purworejo, Jawa Tengah Cahyono Adhi Satriyanto alias (42), di Jakarta, Rabu (17/1)

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menangkap Kepala Rumah Tahanan Purworejo berinisial CAS, karena diduga terlibat dalam sindikat bisnis narkotika di dalam lapas.

CAS ditangkap atas dugaan memberi kemudahan terhadap narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma dalam menjalankan bisnis narkotika di dalam rumah tahanan.

Bisnis narkoba dalam rutan yang dijalankan Kristian menyeret salah satu oknum anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng berpangkat AKP berinisial KW. (RED/ANTARA).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.