WARGA AEK GARUT KELUHKAN BANTUAN RTLH TIDAK TEPAT SASARAN
METRORAKYAT.COM | TAPTENG -Nurisa Nasution warga Desa Aek Garut Dusun III kecewa atas sikap Kepala Desanya, sebab dia tidak mendapat bantuan rumah Tahun 2015 lalu, sementara rumahnya sudah di foto dan di data.
Diceritakan Nurisa Nasution kepada awak media, Minggu (06/1217) pada tahun 2015 lalu rumahnya sudah di foto – foto dan di data. Dia juga dijanjikan bakal mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni, tetapi sesudah bantuan itu keluar Nurisa malah tidak menerimanya. “Saya inikan termasuk orang susah dan rumah saya juga sudah termasuk tidak layak huni, kenapa sampai tidak dapat dibuat kepala desa tersebut,” ujarnya.
Wanita yang kesehariannya ini bekerja sebagai petani dan suaminya bekerja sebagai penarik becak mesin itupun kecewa.
Nurisa mengaku lahan yang ditempatinya saat ini adalah resmi dan memiliki surat-surat lengkap. ” Lokasi tanah rumah saya ini lengjap, namun kenapa saya tidak mendapat bantuan,” sebut Ibu anak satu ini.
Sementara itu, diakui Nurisa, ada tetangganya yang mendapat bantuan rumah tidak layak huni sementara si pemilik rumah sudah meninggal.
Nurisa mempertanyakan hal itu kepada kepala Desa, Sutan Budiarto Sitompul namun tidak mendapat solusi, akhirnya Nurisa kembali mendatangi rumah Kepala Desa Aek Garut untuk mempertanyakan, tentang bantuan rumah tersebut.
“Rumah ini yang aku rehapnya ini papan nya, biar ada tempat ruang belajar dan kamar anak, darimanalah uang ku mau membangun rumah ini, ada bantuan tapi gak sampai ketangan,” keluhnya”.
“Kalau rumah yang direhap papanya ini uang zakat yang dikasih kasih orang saat mau menjelang bulan puasa, itulah selama empat kali berturut – turut saya kumpulkan, baru bisa dibangun,” kata Nurisa.
Selain itu Nurisa juga tetap bersyukur masih mendapatkan bantuan raskin yang disalurkan pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Sampai saat ini saya masih mendapatkan bantuan berupa raskin sebanyak 1 karung yang dibagi dua perKK nya, selain itu anak – anak juga masih mendapat bantuan Kartu Pintar dari sekolah itupun hanya setahun sekali sebesar Rp. 400.000, sampai kemanalah uang itu pak jelas,” Nurisa.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Aek Garut, Sutan Budiarto Sitompul belum berhasil dikonfirmasi.(MR/RM-red)


