Aneh…! di Nisel Bupati Lantik Dokter Jadi Kepala Perpustakaan
METRORAKYAT I NIAS SELATAN-Henny Kurniawan Duha yang ber profesi sebagai dokter telah di lantik Bupati Nias Selatan (DR. Hilarius Duha, SH.,MH sebagai Kepala Perpustakaan pada pelantikan pejabat eselon II, Senin 21/11 lalu.
Masyarakat Nias Selatan menganggap bahwa Pengangkatan pejabat eselon II di lingkup Pemkab Nisel atas dasar suka – suka pimpinan daerah, anggapan tersebut timbul berhubung banyaknya pejabat yang menduduki pimpinan SKPD tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan.
Selain itu masih banyak eselon II yang tidak menduduki jabatan linier, terutama kalangan pendidik yang tak kunjung dikembalikan ke sekolah sesuai SE Menpan dan Mendikbud.
Peraturan Menpan RB nomor 25 tahun 2016 tentang Nomeklatur Jabatan Pelaksanaan Bagi PNS di Lingkup Instansi Pemerintah, ditekankan agar dilakukan keseragaman jabatan dengan kualifikasi pendidikan.
Pada pasal 2 ayat 3 ditegaskan, nomenklatur jabatan didasarkan pada kualifikasi pendidikan formal dan/atau profesi serta kompetensi sesuai kebutuhan organisasi. Dalam hal ini bupati Nisel dinilai mengabaikan aturan.
Pengangkatan dr. Henny Kurniawan Duha sebagai Kepala Perpustakaan menuai kritik dari masyarakat Nias selatan dan menganggap bahwa tindakan Bupati tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat. Beberapa masyarakat berinisial KD, RL, SH, RD, ND, YW merasa aneh atas tindakan tersebut dan mengatakan bahwa semua bangsa di dunia sudah tau bahwa DOKTER itu kerjanya menyembuhkan penyakit, sedangkan GURU dibentuk untuk mencerdaskan anak bangsa, lalu bagaimana jika Dokter diangkat menjadi Kepala Perpustakaan sementara tidak sesuai dengan profesinya?.
“Aneh…! Kita masih kekurangan tenaga kesehatan tapi yang sudah ada kok di pindahkan ke profesi lain? dan pelantikan ini terkesan kekeluargaan, karena beberapa yang dilantik merupakan saudara dekat bupati,” ungkap KD dkk, kepada Metrorakyat. Kamis, (23/11/2017).(MR2/BW/red)


