YARA MINTA PERTAMINA JANGAN MENGUMBAR  PERNYATAAN TAPI TIDAK SESUAI FAKTA 

YARA MINTA PERTAMINA JANGAN MENGUMBAR  PERNYATAAN TAPI TIDAK SESUAI FAKTA 
Bagikan

METRORAKYAT.COM | KOTA LANGSA-Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Langsa, Provinsi Aceh meminta pertamina jangan cuma pandai mengubar janji, masyarakat sudah sangat lelah dengan para cukong Penyalur yang bekerja sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) PT. Hu Laju di Alue Pineung Kecamatan Langsa Timur.

Hal itu di sampaikan ketua YARA Langsa, Muhammad Abubakar Rabu,(25/10/17) menanggapi pernyataan Jr. Sales Executive LPG I Pertamina Aceh Yogi Indraprastya pada Wartawan Rabu 25 Oktober 2017. Menurut YARA, itu pernyataan yang konyol karena masyarakat kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, selain harga Gas 3 Kilogram melambung, warga juga tidak bisa mendapatkannya.

YARA sangat menyayangkan pernyataan Pertamina yang tidak sesuai fakta di lapang, “Buktinya masyarakat Langsa terhitung Jum’at 20 Oktober 2017 sudah tidak bisa mendapatkan Gas Elpiji 3 Kilogram, bahkan sebagian pangkalan terang terangan membuat pengumuman Gas 3 Kilogram tidak tersedia, “tulis Abubakar dalam rilis yang di kirim ke media.

YARA meminta pihak Pertamina selaku pengawas, untuk mengevaluasi kontrak kerja dengan perusahaan penyaluran Gas Elpiji 3 Kilogram karena dianggap telah merugikan konsumen,” sebut Abubakar.

Sebelumnya pihak Pertaminan Aceh Yogi Indraprastya bagian Jr Sales Executive LPG I melalui media Metro Rakyat.com, menyatakan bahwa penyaluran elpiji khususnya 3 kilogram tidak mengalami kelangkaan, semua sudah tersalurkan sesuai perintah pemerintah.

“Untuk penyaluran distribusinya itu kami sampai saat ini tidak ada kendala, Aceh khususnya ataupun di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, sampai saat ini tidak ada kendala distribusi, alokasi yang kami berikan pun sama seperti bulan sebelumnya tidak ada pengurangan sama sekali, jika dilihat dari trek kayaknya stabil, karena jika dilihat tidak ada momen-momen hari besar yang kebutuhan elpijinya melonjak. Namun jika ada laporan dari masyarakat, maka akan segera kita tindak lanjuti,” pernyataan yogi kepada Media.

Jadi untuk harga elpiji saat ini setara Rp 10.500 per kg atau seharga Rp 31.500 untuk tabung 3 kg. Namun pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp 5.750 untuk setiap kg elpiji atau Rp 17.250 per 3 kg. Dengan begitu, masyarakat hanya membayar Rp 4.750 per kg atau Rp 14.250 per tabung.

“Jadi tidak ada kenaikan harga sebesar Rp.30 ribu pertabungnya, harga masih dalam keadaan normal, kemungkinan tiap bulan ada penyesuaian tergantung harga CP Aramco dan Kurs dolar,” Jelas Jr Sales Executive LPG I Pertamina Aceh (MR/Rm-red).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.