Di Duga Tambal Sulam, Jalan Provinsi Aek Nabara – Negerilama Menelan Biaya  Rp.5,7 Milyar, Namun Hasilnya Mengecewakan

Di Duga Tambal Sulam, Jalan Provinsi Aek Nabara – Negerilama Menelan Biaya  Rp.5,7 Milyar, Namun Hasilnya Mengecewakan
Bagikan

METRORAKYAT.COM | NEGERILAMA – Jalan Provinsi Aek Nabara- Negerilama di Kabupaten Labuhanbatu Di hotmix pada bulan September 2017 lalu. Dimana pemenang proyek pengerjaannya adalah PT. Binivan Konstruksi Abadi (BKA) dengan nomor kontrak 602/DBMBK-UPT/RAP/KPA/1265/2017.Tgl 17 Juli 2017, Nilai Kontrak Rp. 5,742.900.000, Anggaran APBD Provinsi, dikelola Dinas Bina Marga dan Konstruksi Provinsi Sumatera Utara sepanjang 1 Km. Namun baru baru satu bulan dikerjakan saat ini kondisi jalannya sudah terlihat rusak.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Jalan hotmix dua lapis yang pengerjaanya dimulai September 2017 lalu itu, kini kondisinya sudah bergelombang, beberapa titik sudah tampak tambal sulam, pinggiran jalan sudah retak buaya, sebagian areal tembok penahan jalan tidak berisi tanah dan tidak dipadatkan, persisnya di depan pekuburan Muslim, Dusun Air Kecil Desa Kampung Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Salah seorang warga sekitar yang ditemui saat sedang memancing diparit perkebunan didekat jalan tersebut kepada wartawan mengaku kecewa terhadap hasil pengerjaan pengaspalan jalan yang dinilainya asal-asalan. “Uang Negara habis, hasilnya seperti ini,” ungkapnya bernada kecewa sembari memerhatikan pancingnya.

Menurut saksi mata yang mengetahui proyek peng Hotmikan jalan, yang meminta namanya tidak dituliskan mengatakan, pada saat pengaspalan hanya dikerjakan pada malam hari dan pada saat gerimis.

Pantauan wartawan, Minggu kedua Oktober, panjangnya ditambah sekira 2 – 3 meter serta lebarnya ditambah.

Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) Heriyadi Kudadiri, ketika dikonfirmasi melalu pesan singkatnya (11/10/17) lalu, kepada wartawan mengaku pengerjaan proyek dimaksud belum selesai.

Terkait adanya tambal sulam, Pihakya mengatakan hal itu disebabkan karena adanya tumpahan minyak. “Itu karena tumpahan minyak,Pak,” ungkap Heriadi mengakhiri.(MR/Sofyan Rtg)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.