Polresta Depok Tangkap Sarjana Ngaku Wedding Organizer, Tipu Calon Pengantin Puluhan Juta
METRORAKYAT.COM | DEPOK – Seorang Wedding Organizer ditangkap anggota Buser Polresta Depok di kediamannya daerah Sukmajaya, Kota Depok, Senin (18/9), lantaran menipu dan menggelapkan uang ratusan juta untuk acara pesta pernikahan.
Pelaku GDD,31, sarjana, ditangkap anggota dipimpin Kanit Krimum Polresta Depok Harun Al Rosyid di kediamannya, setelah pihaknya mendapat laporan dari Imam Hamdi,25, warga Pancoranmas, setelah pelaku membawa kabur uang acara pernikahannya sebesar Rp.77 juta.
“Setelah mendapat laporan korban, kami langsung diselidiki dan berhasil menangkap pelaku di rumah mertuanya. Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana didampingi Kasubag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno dalam jumpa pers di ruang Satreskrim Polresta Depok.
Kompol Putu Kholis menambahkan barang bukti yang disita adalah hp merek lenovo, laptop merek samsung yang dibeli dari uang hasil kejahaatan pelaku.
“Laptop samsung masih baru dibeli pelaku seharga Rp. 4 juta dari toko elektronik di ITC Depok. Selain itu alat bukti lainnya sejumlah kwitansi acara pernikahan milik korban,”ungkap Kompol Putu Kholis.
Kompol Putu Kholis mengaku diperkirakan korban tidak hanya satu tapi masih ada yang lainnya yang belum melapor.
“Untuk yang resmi baru satu melapor korbannya, masih ada 10 orang lain yang menjadi korban penipuan pelaku dengan modus Wedding Organiser (WO) dengan kerugian mencapai Rp77 juta,” tambah Kompol Putu Kholis. “Uang tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan biaya acara pernikahan orang lain dengan sistem tambal sulam. Pelaku dikenakan pasal Pasal 372 kuhp 378 penipuan dan penggelapan pidana diatas lima tahun.”
Berdasarkan pengakuan pelaku GDD, dirinya menipu para korban yang akan melaksanakan pernikahan dengan cara menawarkan promosi murah paket pernikahan lengkap dengan bulan madu (honey moon).
“Saya terpaksa menipu lantaran lagi butuh biaya persalinan anak kedua yang bentar lagi akan dilahirkan,”ujar bapak satu anak ini.
Lulusan Sarjana dari Universitas terkemuka di Jakarta ini mengaku uang juga digunakan untuk membeli elektronik seperti laptop.
“Tidak ada uang tersisa. Kini saya pasrah dan hanya bisa memasang badan untuk dihukum,”tambah pria berbewokan ini. (RED/MR).
