Pemadaman PT.PLN Area Medan Bukan Disebabkan Devisit Arus Listrik
METRORAKYAT.COM | MEDAN – PT. PLN mengatakan cadangan listrik untuk Area Medan saat ini sudah mencukupi (surplus). Sehingga, pemadaman listrik di harapkan tidak akan terjadi lagi di Kota.

Kepada wartawan, Humas PT PLN Area Medan, Amelius Pasaribu menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat terutama menjaga agar tidak terjadi pemadaman listrik dengan terus melakukan pengontrolan secara bertahap.
“PLN tidak ada lagi melakukan pemadaman bergilir yang disebabkan devisit listrik. Harus kita ketahui dulu, ada dua(2) jenis pemadaman yang biasa terjadi, yakni pemadaman yang direncanakan dan pemadaman yang tidak direncanakan,” jelas Pasaribu.
PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Medan mengaku bahwa kebutuhan pasokan listrik saat ini melebihi dari yang dibutuhkan. PLN saat ini telah memiliki cadangan sebesar 264 Mega watt perhari untuk menjaga ketersediaan arus listrik yang akan di distribusikan di Kota Medan Paling sedikit rata-rata, cadangan daya listrik sebesar 85 Megawatt perhari jika beban puncak pemakaian tinggi.
Sehingga, pemadaman yang tidak direncanakan terjadi akibat faktor alam seperti pohon tumbang atau benda lain yang mengganggu jaringan listrik sehingga aliran listrik harus di matikan, kebakaran, dan lain sebagainya. Untuk pemadaman yang direncanakan, biasanya terjadi ketika petugas PLN melakukan perawatan atau perbaikan.
” Kami informasikan kepada media untuk pemeliharaan listrik dan lain-lain, biasanya H+1 sudah diberitahukan lewat mass media, sehingga masyarakat mengetahui akan ada pemadaman listrik,” Ujar Amelius Pasaribu.
Jadi tidak ada lagi pemadaman disebabkan devisit cadangan listrik. Namun walaupun surplus, bukan berarti tidak ada pemadaman. “Adanya pemadaman supaya mengurangi adanya tingkat pemadaman yang lebih besar. Kenapa?, jika tidak dibersihkan pohon-pohon disekitar jaringan tegangan menengah, itu akan membuat pemadaman yang dapat mengganggu ke sistem di penyaluran tenaga listrik,” ucapnya.
Jadi jaringan tegangan menengah (JTM) itu harus dibersihkan dan di pelihara secara rutin. ” Sehingga dengan terjadinya pemadaman karena adanya kegiatan pemeliharaan. Jadi artinya walaupun disana sudah surplus, bukan berarti tidak ada pemadaman. Kalau tidak dipelihara jaringannya maka terjadi seperti itu tadi, pemadaman yang lebih besar,” ungkap humas PLN Area Medan tersebut.
PT.PLN Area Medan Sudah Punya MAPKT dan MCC
Baru-baru ini, PT. PLN kota Medan juga sudah memiliki aplikasi untuk layanan masyarakat bernama Mobile Aplikasi Keluhan Pengaduan dan Keluhan Terpadu (MAPKT) serta Medan Commander Center(MCC). Aplikasi ini, khusus digunakan oleh petugas regu mobile gangguan PLN yang ada di semua Rayon Posko untuk menangani gangguan individu kepada pelanggan secara cepat dan tepat.
Untuk informasi terkait layanan dan pengaduan PLN dapat disampaikan melalui channel resmi Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui Telepon 123, Handphone (kode area + 123), Facebook PLN 123, Twitter@pln_123, Email pln123@pln.co.id dan website www.pln.co.id.
“Sehingga informasi tentang keluhan-keluhan dan komentar masyarakat mengenai listrik, pelanggan dapat menghubungi kami di layanan informasi milik PT PLN tersebut,” tambahnya.
Adanya pemberitaan di salah satu media online, yang menyatakan bahwa PT. PLN kota Medan terkesan arogan karena tidak memberikan jawaban mengenai alasan pemadaman listrik adalah tidak benar, karena sampai saat ini pihak PT.PLN Area Medan terus melakukan sosialisasi tentang pelayanan kelistrikan baik itu kepada instansi pemerintah, swasta, perusahaan, dan juga mass media sebagai mitra untuk menyampaikan sosialisasi tersebut.
“Tidak bisa kita pungkiri, yang namanya memberi pelayanan pastilah ada plus dan minusnya, yang kita lakukan sudah baik belum tentu baik dimata orang lain. Memang PT.PLN saat ini belum maksimal melayani kelistrikan bagi warga Medan, tapi setiap hari PLN tetap berupaya melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat terbukti dengan ketersediaan surplus cadangan listrik dan program terbaru yang telah mengikuti perkembangan jaman. Bagaimana agar masyarakat tidak mendapat pemadaman listrik lagi kedepannya,” pungkas Pasaribu.(MR/SITI)
