INI PERNYATAAN OKNUM POLISI M, TERKAIT PENEMUAN MAYAT GANTUNG DIRI DI LANGKAT
METRORAKYAT.COM | BINJAI — Kapolres Binjai, AKBP Muhammad Rendra Salipu SIK MSi menyampaikan kepada www.metrorakyat.com terkait hasil pemeriksaan oknum polisi berinisial M oleh pihaknya, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Tengku Ibas Daniel (29) warga Jalan Gereja Jaitun, Tanjung Gusta, Suka Dono.
Kapolres mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan perlakuan kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi M terhadap Tengku Ibas Daniel (29). Kejadian tersebut kata Kapolres, awalnya dilatarbelakangi permasalahan dugaan rekayasa, terkait hal meminjam mobil milik oknum polisi M.
“Beberapa hari lalu Daniel meminjam mobil milik M dengan tujuan ke bandara Kuala Namu, dengan kesepakatan pembayaran Rp.850.000,-. Setelah beberapa jam, Daniel menghubungi M, dan mengatakan bahwa mobil yang dipinjamnya telah ditarik Debt Collector di Helvetia. Kemudian M dan rekannya Partuan menjumpai Daniel, untuk meminta penjelasannya. Ternyata perampasan mobil tersebut adalah rekayasa rekan Daniel, yakni Hendri dan Hendra Tambunan. Kemudian mereka dibawa ke Polsek Binjai Timur untuk membuat laporan. Kemudian dari kantor Polsek Binjai Timur, Hendri dan Hendra Tambunan pulang karena dijemput oleh keluarganya. Setelah itu M, Partuan dan Daniel juga pulang,” jelas Kapolres, Rabu (20/9/2017) melalui pesan singkat pada aplikasi Whatsapp.

Hasil Autopsi Murni Bunuh Diri
Kapolres Binjai juga menjelaskan hasil autopsi terhadap Tengku Ibas Daniel (29). Kapolres menjelaskan bahwa secara tertulis dari dokter forensik, Dr. Agus, Sp.Fk., belum diterima kepolisian. Namun hasil wawancara polisi dengan dokter tersebut menyimpulkan bahwa korban murni meninggal dunia akibat bunuh diri.
“Hasil wawancara pihak kami, dokter menjelaskan bahwa korban memiliki bahwa tanda gantung diri telah kelihatan, darah membeku di leher, kaku mayat selama 12 jam, pada permukaan leher bagian atas ditemukan resapan darah beku sepanjang 3 cm dan lebar 2 cm, di permukaan dada tidak ada ditemukan pembekuan darah, tidak ada resapan darah di kepala, saluran pernafasan bagian atas ada beram halus, kurang Oksigen / Ekspesia serta permukaan saluran pencernaan tidak ada kekerasan,” jelas Kapolres.
Perwira menengah ini menambahkan, bahwa tanda-tanda bunuh diri juga terlihat pada tubuh Daniel seperti lidah menjulur keluar dan cairan dicelana dalam diduga sperma.
Seperti diberitakan sebelumnya, beredar kabar bahwa seorang pria ditemukan tewas tergantung pada sehelai kain panjang di salah satu ruangan yakni kamar. Pria itu adalah Tengku Ibas Daniel (29) warga Jalan Gereja Jaitun, Tanjung Gusta, Suka Dono.
Pria tersebut dikabarkan diculik dua orang oknum polisi, salah seorang oknum polisi berinisial M, pada Minggu (17/09) sekira pukul 13.00 wib, yang bertugas disalah satu Polsek di Binjai.
Setelah diculik oleh dua oknum polisi, Hendri kemudian dibawa ke salah satu rumah kosong di daerah Binjai bersama dua orang rekannya. Kemudian di rumah kosong itu, ketiga korban disiksa, selanjutnya korban diserahkan ke Polsek Binjai Timur. Di Polsek Binjai Timur ketiga korban kembali mendapat penyiksaan oleh oknum di Polisi berinisial M.
Setelah disiksa, Daniel bersama dua rekannya dimintai uang tebusan sebesar 4 juta, setelah uang diberikan, Daniel bersama rekannya dilepas, namun salah seorang rekannya masih tetap ditahan di Polsek Binjai Timur.
Pada Senin (18/09) kemarin, rekan mereka yang ditahan di Polsek Binjai Timur dikabarkan meninggal dunia di rumah kosong dengan posisi gantung diri di daerah Langkat. Terkait hal tersebut, pihak keluarga Daniel dikabarkan melaporkan hal tersebut ke Polda Sumatera Utara. (TIM/MR).
