Aliansi LSM Penjara Nias Tuntut Kualitas Air Bersih Dikelola Dengan Baik
METRORAKYAT.COM | NIAS — Aliansi LSM Penjara Kepulauan Nias Gelar aksi damai di PDAM Tirta Umbu, Kabupaten Nias, Kamis (28/9/2017).
Aksi tersebut dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat kepulauan Nias, terhadap kualitas air yang diproduksi dan disalurkan pihak PDAM Tirta Umbu.
Tuntutan para pengunjuk rasa adalah, meminta Direktur PDAM dicopot, meminta kepada DPRD Kabupaten Nias agat tidak tutup mata dan telinga menyikapi permasalahan kelangkaan dan kualitas air bersih yang diproduksi dan disalurkan oleh PDAM Tirta Umbu.
Selain itu, mereka juga meminta Sekda Kabupaten Nias selaku Ketua Dewan Pengawas, untuk bertindak. Karena warga benar-benar menderita akibat kekurangan kebutuhan air bersih.
“Kami meminta kepada direktur PDAM Tirta Umbu untuk mempertangungjawabkan tindakkan oknum PDAM Tirta Umbu yang telah merugikan masyarakat, juga mendesak direktur PDAM Tirta Umbu untuk segera menyeret oknum-oknum pegawai pelaku penipu dan penggelapan tanggihan rekening air masyarakat. Mengharapkan kepada inspektorat pemerintah kabupaten Nias untuk melakukan Audit keuangan PDAM,” ujar pengunjuk rasa.
Menanggapi tuntutan aksi, Direktur PDAM Tirta Umbu, Junius Ndraha, mengatakan, beberapa pegawai PDAM yang telah melakukan penipuan dan penggelapan uang rekening sudah dipecat, dan beberapa uang yang telah di gelapkan oleh oknum pegawai PDAM sebagian telah dikembalikan,” tegas Ndraha.
Menurutnya, kekurangan PDAM saat ini karena kurangnya pengelolaan, sudah beberapa kali pihaknya menyampaikan bahwa PDAM punya sumber air dan sangat kecil, jadi masalah kualitas ini menjadi tugas PDAM untuk memperbaikinya, dan terkadang musim hujan tidak bisa dikendalikan.
“Saat ini ada dua yang menjadi beban kami, kami mempertahankan kualitas dengan sumber pengelolaan yang sudah kita punya dan atau menyesuaikan dengan kita bermain dengan bahan kimia, dengan contoh di desa Tumori pengelolaan yang kita punya disana ada 15 liter per detik, jika kita paksakan mengeluarkan 10 liter per detik saya yakin airnya hanya bisa sampai di desa Boyo Bawah. Dan kita harus bermain kimia,” jelas Dirut.
Setelah para aksi menyampaikan tuntutanya di PDAM Tirta Umbu, kemudian melanjutkan aksi di kantor Bupati Kabupaten Nias dan DPRD Kabupaten Nias dengan agenda yang sama. (MR2/d1-red)
