Kondisi Puskesmas Pembantu Desa Titi Akar Memprihatinkan, Ketua DPRD Bengkalis H. Abdul Kadir: Akan Kita Tindak lanjuti Secepatnya
METRORAKYAT I BENGKALIS-Kondisi Puskesmas pembantu Kecamatan Rupat Utara Desa Titi Akar Kabupaten Bengkalis kondisinya kini sangat memprihatinkan. Pasalnya, sarana dan prasarana yang disediakan milik pemerintah ini masih jauh dari kata memuaskan, seperti masih minimnya tenaga medis seperti dokter dan perawat sehingga jika ada warga yang sakit tidak dapat ditangani secara maksimal.

Padahal, puskesmas pembantu desa Titi Akar harus melayani warga masyarakat di tiga desa yaitu desa titi akar,desa Hutan Kayu serta desa Suka Damai.

Warga masyarakat sudah banyak yang mengeluhkan kondisi Puskesmas pembantu ini, namun pemerintah bengkalis khususnya dinas kesehatan sepertinya tutup mata, karena itu keluhan masyarakat ini tidak direspon, seakan dianggap angin lalu saja.

Su (35), warga Desa Titi Akar kepada metrorakyat.com mengutarakan uneg-unegnya.
“Puskesma pembantu ini terkesan dibiarkan, jika ada warga sakit, fasilitasnya tidak memadai ,karena dokter pun hanya satu orang yang ada disini, seharusnya, para pejabat dan anggota dewan cepat tanggap dan segera mengadakan pembenahan dan perubahan demi kenyamanan dan keselamatan para warga yang berobat disini,”kesalnya.

“Dana dari pemerintah sekian besar di kemanakan saja, keadaan seperti itu kok di biarkan,tanpa memikirkan kenyamanan pasien, dana untuk kesehatan masyarakat ,tapi fasilitasnya apa?!,” katanya dengan kesal.

Saat media ini mengkonfirmasi terkait keberadaan dan pelayanan puskesmas pembantu ini kepada kepala desa Titi Akar, Sukarto, tidak menampik dan membenarkan keluhan salah seorang warga tersebut.
“Disini (puskesmas pembantu) hanya ada satu dokter umum satu perawat dan tiga bidan dan dua perawat honor ada pak, harapan saya selaku kepala desa, dibangun puskesmas dan rawat inap, untuk lahan sudah tersedia, karena ,dengan jumlah penduduk 1050 untuk desa Titi Akar saja dan jumlah jiwa 5000 keberadaan puskesmas pembantu ini sangat tidak memadai menurut saya , kasihan warga yang sakit, karena saya yang selalu melihat keadaan disini,”ujar kades yang belum lama ini menyumbangkan 5 buah tabung oksigen untuk puskesmas pembantu di Desa Titi Akar.

Ketika metrorakyat.com menanyakan apakah pernah di sampaikan kepada pemerintah terkait kondisi Puskesmas pembantu ini, Sukarto mengiyakan, namun sampai sekarang menurutnya belum ada tanggapan.

“Sekarang puskesmas desa kami statusnya masih puskesmas pembantu pak, dan bangunannya tidak layak untuk ditempai, sejak saya menjabat kades thn 2012 saya sudah ajukan lewat musrenbang namun, tidak pernah dapat dan tidak ada perhatian pemkab dan dewan dapil Rupat dan Rupat Utara,”ungkapnya.
Sukarto juga mengatakan untuk menjangkau puskesmas induk sangat membutuhkan waktu, karena jaraknya yang jauh dari desa mereka.
“Sekarang dengan kondisi bangunan serba kurang dan tim medis seadanya, warga kami baik desa Titi Akar dan desa Hutan Ayu maupun desa Suka Damai tetap mengunakan puskesmas pembantu desa Titi Akar, karena untuk dibawa kepuskesmas Tanjung Medang ibu kota kecamatan sangat jauh dan sulit karena melewati sungai dan jika lewat darat harus melewati 11 desa dengan jarak tempuh cukup jauh ditambah lagi jalan yang tidak bagus dan rusak pak,” ungkap pak Kades yang selalu memantau dan melihat keadaan warganya ini.

Saat metrorakyat.com mengkonfirmasi dan tanggapan ketua DPRD Bengkalis, H.Abdul Kadir terkait keadaan puskesmas ini melalui pesan whatsapp, anggota Fraksi PAN Dapil Rupat Utara ini mengatakan akan segera menindak lanjutinya.
” Terima kasih atas informasinya, akan kita tindak lanjutin secepatnya,”tulis Politisi PAN yang baru saja dilantik beberapa waktu menjadi ketua DPRD kabupaten Bengkalis ini tanpa merinci lebih jauh.Minggu (27/8/17).(MR2/red)
