Jajaran Kementerian Pengembangan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Berkunjung di Kabupaten Nias Barat
METRORAKYAT.COM | NIAS BARAT — Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd bersama sejumlah pimpinan SKPD sambut kedatangan Direktur SDM dan Transmigrasi RI bersama jajaran Kementeian KPDT lainnya di ruang kerja Bupati Nias Barat, Sabtu, (29/07/2017).
Dalam diskusi yang berlangsung di lobi Kantor Bupati Nias Barat, Bupati memberikan cendera mata kepada para tamu berupa baju adat Nias sebagai simbol bahwa para tamu dengan sendirinya telah menjadi warga Kabupaten Nias Barat, sehingga para tamu merasa ikut memiliki beban moral untuk membangun Nias Barat.
Bupati yang didampingi Sekda Saba’eli Gulo, S.IP menyapa tamu dengan seruan Ya’ahowu seraya menjelaskan bahwa kata Yaahowu merupakan salam kebanggan Pulau Nias yang bisa di gunakan pagi, siang atau sore dan bahkan malam hari, papar Bupati.
Lebih lanjut Bupati sampaikan bahwa potensi unggulan Kabupaten Nias Barat terfokus terhadap dua sektor yakni sektor Kelautan/Perikanan dan Pariwisata. Disamping kedua sektor tersebut, masih ada sektor lain seperti pertanian, perkebunan dan wira usaha lainnya sebagai penopang mata pencaharian masyarakat Nias Barat, papar Bupati.
“Visi dan misi kami pemerintah Nias Barat adalah bagaimana masyarakat Nias Barat berdaya yang ditopang pengembangan perekonomian, pendidikan dan kesehatan; kemudian bagaimana membantu orangtua siswa bebas sangkutan uang komite, bebas biaya raskin (rastra) dan subsidi pupuk bagi masyarakat petani. Kami menyambut baik kedatangan Kementrian KPDT dan kami berharap bahwa kedatangan Bapak/ibu dari kementrian KPDT membawa angin segar bagi kemajuan Nias Barat,” ujar Bupati.
Sambutan Direkrur PSDM dan Transmigrasi KPDT RI menjelaskan bahwa kedatangan kami adalah tindaklanjut saran dan petunjuk Bapak Mentri KPDT RI dalam pengembangam Daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Menurut Direktur PSDM tersebut bahwa beberapa hal yang menjadi orientasi KPDT di Nias Barat adalah (1) Pengembangan produk ekonomi masyatakat daerah tertinggal (2) Pembangunan penyediaan air bersih yang harus selesai akhir tahun 2017 ini (3) Penyediaan sarana olahraga sekaligus pembinaan olahraga dengan kearifan lokal (4) Pembinaan BUMDes dan memberikan penguatan-penguatan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan serta memastiakan program dalam kemandirian desa, ujarmya.
Selanjutnya bahwa ada 122 desa tertinggal di Indonesia dan termasuk Kabupaten Nias Barat. Aspek pendidikan dan kesehatan serta penyediaan bangunan sarana pendidikan berupa pembangunan ruang belajar sebagai upaya maksimal dalam peningkatan sumber daya manusia dan kemajuan sektor pendidikan masyarakat, ujar Direktur.
Acara ini dipandu oleh Kabag Keprotokolan Nurlina Gulo, SH dan dihadiri sebagian pimpinan SKPD dan Camat se-Kabupaten Nias Barat.
Usai jamuan kasih di Kantor Bupati Nias Barat, rombongan KPDT mengunjungi masyarakat di Pantai Indah Sirombu yang telah lebih dulu berkumpul disana dalam rangka kegiatan ramah-tamah dan finishing X-trim Motor Trail Advanture, selaligus berlangsungnya “dialog terbuka” antara Pemkab Nias dan masyarakat dengan pihak Kementrian PDT RI.
(MR2/BW/Red)
