Warga Dusun Pea Bolak Klaim Sebagai Salah Satu Pemilik Lahan di Sipalakki Humbahas
METRORAKYAT.COM | HUMBAHAS — Sekitar 200an massa yang menamakan dirinya “Masyarakat Pea Bolak Bersatu” melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Humbahas,Selasa (6/6/17). Mereka menuntut hak atas lahan di Sipalakki, sesuai dengan SK Bupati Tapanuli Utara Tahun 1955.
Salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya mengatakan bahwa, selama ini masyarakat Pea Bolak tidak pernah menikmati hasil tanah di Pealaki.

“kami hadir disini untuk menyampaikan aspirasi kami, kami berharap agar kiranya pemerintah Humbang Hasundutan segera menyelesaikan persolan sengketa lahan ini. Karena selama ini kami hanya jadi korban untuk kepentingan pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan.ungkapnya
Lanjutnya “dari mana dasarnya Drs.Saut Simamora memiliki lahan seluas 5 ha di lokasi Sipalakki,jadi tolong pak bantu kami menyelesaikan masalah ini,”harapnya.
Kebetulan Bupati Dosmar Banjarnahor tidak berada ditempat dan mereka hanya diterima oleh Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut P.Simamora,Sekda Saul Situmorang Msi didampingi Kapolres Humbang Hasundutan Nicholas A.Lilipaly dan Asisten l bidang pemerintahan Tony Sihombing
Sebelum meninggalkan areal kantor Bupati Humbahas, membacakan tuntutannya yang isinya antara lain:
1.Menuntaskan kasus penyerobotan lahan di dolok sipalakki yang dilakukan oleh Drs.Saut Simamora.
2.Menentukan Tapal Batas di Dolok Sipalakki.
3.Mencabut izin KSU Pangalengge
4.Menolak segala kesepakatan antara KSU Pangalengge Dengan pihak manapun
5.Menolak SKPT yang di keluarkan oleh kepala desa saitnihuta Hantus simamora
6.Kembalikan hak dusun Pea Bolak srsuai dengan SK Bupati Taput no.602/1955 tanggal 6 september 1955.
Mendengar tuntutan para pengunjukrasa ,Wakil Bupati Saut P.Simamora mengatakan akan membaca permasalahan tanah ini kedalam rapat.
“Pemerintahan Humbahas secepatnya akan melakukan rapat kembali, agar permaslhan ini sehera selesai , masalah ini sudah berulang kali di bahas tapi, tidak ada penyelesaian dan kita harapkan agar permasalahan ini cepat selesai agar kita semua bisa hidup dengan damai tentram,” pungkasnya. Mendengar hal itu, massapun berteriak setuju sambil membubarkan diri .(MR2/fdp).
