Penumpang melonjak tajam di halte bus bayangan, dibandingkan terminal terpadu Amplas

Penumpang melonjak tajam di halte bus bayangan, dibandingkan terminal terpadu Amplas
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Menjelang H Minus 1 hari raya Idul Fitri, lonjakan penumpang bertambah dibeberapa halte bus bayangan dikawasan jalan Sisingamangaraja, Sabtu (24/6/2017). Salah satunya halte bus merk NPM, bus jurusan Medan – Padang. Salah satu karyawan di loket penjualan tiket bus NPM ini mengatakan penumpang membludak hingga 5 ratusan orang, tidak berbeda dengan tahun 2016 lalu saat menjelang lebaran juga mengalami kenaikan jumlah penumpang.

Foto Redaksi M R.
Suasana penumpang di halte bus NPM.

“Penumpang lumayan banyak, namun armada masih terbatas bang. Sama halnya lebaran tahun lalu juga. Lumayan penuh bus kita untuk mengangkut penumpang”, ujarnya meminta namanya tidak disebutkan.

 

Foto Redaksi M R.
Suasana penumpang di halte bus KUPJ.

Ditanyakan soal tarif sewa, petugas loket ini menyebutkan tergolong naik hingga sepuluh ribu rupiah dari biasanya Rp.250.000,- untuk jurusan Medan menuju Padang.

 

Foto Redaksi M R.
Jumlah penumpang yang tergolong sedikit di teriminal Amplas dibadingkan di halte bayangan.

Di halte lainnya, bus merk KUPJ jurusan Medan – Mandoge, penumpang juga terlihat melonjak tajam. Mandor KUPJ, W. Nainggolan mengatakan bahwa tahun ini sama halnya dengan tahun sebelumnya bahwa penumpang membludak mendatangi loket tersebut untuk membeli tiket seharga Rp.45.000,-, jurusan Medan-Mandoge. Selain itu, bus ini juga melayani untuk jurusan Medan – Dumai dengan tarif Rp.160.000,- / orang. 

” Kenaika tarif kecil kok, hanya sepuluh ribu saja. Untuk semua jurusan. Bus kita ada tiga ratusan dan dibantu oleh angkot dengan merk Koperasi juga. Jadi sentralisasinya di halte kita ini. Saat ini penumpang mencapai seribu orang lah”, kata Nainggolan.

Loket Bus Makmur  Dan Terminal Amplas Sepi Penumpang

Ditempat lainnya, loket bus Makmur terlihat sepi penumpang. Tidak terlihat pemudik berkutat membeli tiket bus jurusan Medan – Pekan Baru tersebut. R. Silalahi didampingi Junaedi Piliang mengatakan bahwa tahun ini tidak ada lonjakan penumpang yang berarti saat mudik lebaran berlangsung. Hal ini disebabkan maraknya bus Pariwisata yang dilibatkan armada lainnya untuk menjadi alternatif pengangkut penumpang.

 

Foto Redaksi M R.
Suasana pemudik di stasiun bus Makmur.

“Tahun ini sepi penumpang, dibanding tahun lalu ada 43 bus yang berangkat. Sedangkan tahun ini hanya 32 bus. Dan tarif memang ada kenaikan sampai 20 persen. Sepinya pemudik mau ambil tiket sejak 21 Juni lalu, hingga hari ini’, ucap Silalahi kepada www.metrorakyat.com.

Di Terminal Terpadu Amplas, juga terlihat jumlah pemudik yang sedikit. Pantauan Metro Rakyat, pemudik lebih memilih bus yang berada di halte bayangan daripada di terminal milik pemerintah tersebut. (MR/TEAM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.