Ini Kata Kapolres Tapsel : “Apa Salah Anak-Anak Ini ?”…
METRORAKYAT.COM | PADANG SIDIMPUAN — Kedukaan mendalam tidak hanya dirasakan keluarga Almarhum Ipda Martua Sigalingging, tetapi keluarga besar Polri secara umumnya dan masyarakat di Sumatera Utara. Salah satunya Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP. Mohhamad Iqbal, SIK., saat upacara pemberangkatan terakhir, Senin malam (26/6/2017) di Mapolres Tapsel.

“Apa salah anak – anak ini kepada kita semua ? Kenapa kita tega mengatasnamakan agama, kita melakukan perbuatan yang begitu kejam terhadap mereka. Sembilan orang ini ditinggalkan orangtuanya, ini bisa terjadi pada kita semua yang ada disini. Saya, beserta Kapolres Padang Sidimpuan, Dandim, Danyon, mengutuk keras perbuatan teroris yang membunuh orangtua mereka. Dan kami menyatakan perang dengan teroris. Kami mohon saudara-saudaraku seiman, Islam itu adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi semua umat. Bukan hanya rahmat untuk umat Islam. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan seperti itu. Nabi kita baginda Rasululah SAW saja, tidak ernah mencerminkan perbuatan-perbuatan setan seperti itu. Dan kami tadi, pada saat saya membacakan amanat yang dititipkan oleh bapak Kapolda Sumut, sengaja semua saya tidak istirahatkan bahwa itu menunjukkan sikap bahwa kami tidak takut dengan teror. Insya Allah, Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada seluruh aparat Kepolisian, TNI serta pemerintahan kabupaten / kota di Tapanuli Selatan ini untuk bersama-sama bahu membahu untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Tapanuli bagian Selatan ini” ungkap Iqbal dihadapan keluarga Ipda Martua Sigalingging dan pelayat.

Ratusan warga Desa Sukaramai, Air Putih, Batubara histeris menyambut iring-iringan mobil ambulans yang memboyong jenazah Ipda Anumerta Martua Sigalingging. Jenazah diberangkatkan Polres Tapanuli Selatan, pukul 21.00 WIB Senin (26/6/2017). Pagi hening mendadak riuh oleh tangis histeris berpadu sirine ambulans yang baru saja tiba.

Kedukaan nan sarat kian membuncah saat jenazah diturunkan dari mobil ambulans menuju rumah duka. Tak hanya tangis tetapi juga ratapan mengiringi peti mati Martua Sigalingging. Puluhan warga turut mengiringi saat peti jenazah ditaruh di pelataran rumah keluarga. Jenazah Ipda Anumerta Martua Sigalingging dikebumikan di kampung halamannya Desa Sukaramai, Air Putih, Batubara.

Saat ini, jenazah disemayamkan di kediaman Ama Resa Sigalingging yang merupakan adik laki-laki Ipda Anumerta Martua Sigalingging. Direncanakan acara adat dimulai pada pukul 10.00 WIB hari ini. Keluarga dan sanak saudara sedang mempersiapkan prosesi pemakaman. Jasad Ipda Anumerta Martua Sigalingging rencananya dimakamkam, di pemakaman keluarga, di seputaran Desa Sukamarai.
Seperti diketahui, Martua gugur saat bertugas jaga di Markas Polda Sumatera Utara, Minggu (25/6/2017). Ia ditikam berulang kali oleh kawanan simpatisan ISIS pada malam Idul Fitri tersebut. Ia mengalami luka di beberapa bagian tubuh seperti leher, tangan dan pipi. Saban hari, Martua Sigalingging bertugas menjaga pos pintu masuk keluar Polda Sumut. (MR04/RED).


