Gubsu Dituding Berkonspirasi Dengan Pengembang Swasta Pakai APBD 2016

Gubsu Dituding Berkonspirasi Dengan Pengembang Swasta Pakai APBD 2016
Bagikan

Metrorakyat.com I Nias Selatan-Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Diduga telah berkonspirasi dengan pengembang swasta di Nias Selatan terkait lokasi pembangunan proyek.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara, Fanotona Waruwu, Saat melakukan kunjungan kerja bersama UPT Gunungsitoli Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Utara di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Kamis (22/6/2017)

“Saya sudah cek di lapangan, Ditemukan salah satu proyek yang aturannya dibangun di lokasi pemukiman penduduk baloho Faktanya dibangun dilokasi perumahan elit yakni perumahan yofe yang menurut infonya lokasi itu milik pribadi yang diperuntukkan bagi bisnis pribadi juga.

Seyogyanya, Pembangunan dilaksanakan di pemukiman di baloho sementara kenyataan dilapangan proyek pemprov lebih dulu membangun drainase, baru ada pemukimannya. Tentu ini adalah logika yang terbalik.

Adapun proyek pembangunan dimaksud yakni Pembangunan Drainase Kawasan Di Teluk Dalam, sebesar Rp. 579.377.000. Fanotona akan membawa masalah ini ke rapat dewan sehingga kesalahan yang sama tidak terulang lagi.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Tingkat kemiskinan di  Sumatra Utara khususnya di kepulauan nias semakin meningkat drastis dan kesejangan sosial serta kesejahtraan rakyat semakin menonjol di era rezim ke pemimpinan Gubernur tengku erry nuradi.

Fanotona menambahkan adapun dasar dari penyampaian di atas yakni diketahui mubazirnya anggaran Pemerintah Provinsi di tahun 2016 yang mencapai nilai Rp. 9,3 triliun.

Pasalnya, Alokasi pembangunan di kepulauan nias ( 4 kabupaten 1 kota) hanya sebesar 74 miliar di nomenklatur 7 SKPD. Atas kondisi, Fanotona prihatin karena Gubernur dinilai tidak mampu mengawasi kinerja jajarannya.

“Ada banyak Dinas, Namun hanya 7 dinas. Sedangkan dinas lain tidak menunjukan bahwa ada niat untuk membangun wilayah kepulauan nias. Terbukti puluhan dinas tak punya kegiatan untuk pembangunan di wilayah kepulauan nias.”. Pungkasnya

Menurutnya, Hal itu dibuktikan saat Wakil Koordinator kunker tingkat eksekutif, dr Ria Novida Telaumbanua, Saat melihat langsung kondisi kegiatan pemerintahan provinsi di wilayah kepulauan nias.

“Saat kami berdiskusi di Mess Pembda terlihat dari raut wajah kekecewaan ibu Ria terhadap kinerja gubernur tengku erry nuradi yang dinilai menganak tirikan kepulauan nias di bidang pembangunan.”. Ungkapnya

Ditempat yang sama salah seorang Warga Baloho, Teluk Dalam, Abiyudin Loi, Merasa keberatan atas hak mereka yang sebenarnya proyek drainase itu di pemukiman mereka namun dipindahkan di perumahan elit, Karena kawasan baloho tersebut kerap jadi langganan banjir. Kamis (22/6)

“Kawasan ini sudah berapa kali di survey dan di ukur pak, Tapi gak dibangun juga. Rencana nya mau dibangun, Tapi malah di kawasan perumahan elit itu dibangun.”. Ujar Abiyudin dengan nada iba kepada Anggota DPRD Sumut Fanotona Waruwu.
(MR2/d1-red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.