Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Medan Kutuk Keras Aksi Teror Terhadap Personil Polda Sumut. Ini Pernyataannya…

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Medan Kutuk Keras Aksi Teror Terhadap Personil Polda Sumut. Ini Pernyataannya…
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Pos jaga Mapolda Sumut diserang 2 anggota teroris. Serangan itu menewaskan 1 anggota polisi. Diduga penyerangan itu terkait penangkapan teoris di Medan beberapa bulan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan mengutuk keras perbuatan atau aksi teror yang acap sekali mengatasnamakan agama tersebut. Demikian diungkapkan Ketua FKUB Kota Medan, Drs. H. Palit Muda Harahap, MA., kepada www.metrorakyat.com di sekretariat FKUB, Senin (26/6/2017) sekira pukul 09.35 wib.

“Kami dari Forum Kerukunan Umat Beragama turut merasakan apa yang menimpa salah satu personil Polri di Mapoldasu menjadi korban kebiadaban aksi teror yang terjadi kemarin pagi. Kami sangat berduka atas hal itu, dan hal tersebut sangat tidak berperikemanusiaan. Itu adalah tindakan kriminal dan sangat kita tidak diinginkan. Mengapa bisa terjadi, maka karena itu kami mendukung pihak Kepolisian untuk segera mengungkap apa motif dan siapa-siapa saja yang menjadi penanggungjawab atas kejadian ini. Kita minta Polri segera mengungkap pelakunya sampai ke akar-akarnya”, tegas Palit didampingi Sekretaris , Pendeta DR. L. Karo Sekali, Wakil Sekretaris, Pastor Guido Situmorang, OFM.Cap., Ketua 1, Ir. Sutopo.

Lebih lanjut kata Palit, agama Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh sesama manusia. Kaum Muslim juga harus mengakhiri tindakan kekerasan yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti yang dilakukan oleh kelompok Alqaidah dan ISIS. Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan guna mencegah tindakan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme.

“Jadi janganlah kita memperalat agama sebagai tameng kita untuk berjuang demi agama. Bukan ini yang dimaksud. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, dan bukan malah ikut-ikutan paham yang tidak kita mengerti atau memang menyalahi norma-norma agama dan hukum di Indonesia”, kata Palit.

FKUB juga berharap kepada segenap umat beragama di kota Medan agar tidak terpancing dengan issue dan berita yang menyesatkan atau memprovokasi kerukukan umat beragama. FKUB menekankan kesatuan bangsa dan negara sesuai dengan kebhinekaan di Indonesia.

“Marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, karena walaupun kita berbeda kepercayaan namun tujuan kita satu yakni menyembah dan mengakui ada Maha Pencipta. Kita berharap agar warga kota Medan tetap waspada dan mengantisipasi mulai dari keluarga agar memberikan pemahaman agama yang benar sesuai dengan khaidah. Penafsiran kita tentang agama haruslah benar dan sesuai dengan perbuatan. Jika kita menemukan ada pendatang baru menjadi warga di sekitar kita, hendaklah kita mencek identitas dan profilnya, hal ini untuk mendeteksi sejak dini apakah warga baru itu orang yang baik-baik atau mungkin saja menjadi salah satu pengikut ajaran sesat atau terpengaruh paham radikalisme tersebut. Jika ada yang mencurigakan, maka beritahukanlah kepada pihak Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas atau TNI melalui Babinsa didaerah domisili kita”, imbuh Ketua FKUB.

Sekedar diketahui, serangan di Polda Sumut terjadi pada Minggu (25/6/2017) sekira pukul 03.00 WIB. Akibat serangan Aiptu Martua Sigalingging yang sedang istirahat di pos jaga diserang pelaku. Aksi para pelaku dapat digagalkan oleh anggota Brimob yang jaga dengan menembak 2 pelaku. Dalam aksi ini, 1 pelaku tewas dan 1 pelaku masih dalam kondisi kritis. Pada Juni 2017 lalu, Densus 88 menangkap 3 terduga teroris di Medan R (37), J (41). dan A (46). Mereka diketahui akan merencanakan aksi teror.  (MR04/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.