Daki Bukit 1,5 KM Sambil Gendong Adik, Boisman Gori Tetap Semangat Menuntut Ilmu

Daki Bukit 1,5 KM Sambil Gendong Adik, Boisman Gori Tetap Semangat Menuntut Ilmu

MetroRakyat.com I Nias Selatan-Indri Rosidah wanita berdarah Sunda, salah seorang guru yang ditugaskan di SDN Puncak Lolomatua, Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan melalui program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T).

Dalam status Instagram pribadinya beberapa bulan yang lalu menceritakan tentang kehidupan salah seorang siswa kelas lima bernama Boisman Gori yang selalu membawa adiknya setiap hari ke sekolah untuk menuntut ilmu.

Siswa-siswi tetap semangat belajar ditengah kondisi ruangan yang memprihatinkan(Foto/Beni)

Diceritakannya lagi, (instagram) hal ini dilakukan Boisman karena tidak ada yang menjaga adiknya di rumah, berhubung kedua orang tuanya setiap hari pergi bekerja untuk mencari nafkah.

Melalui postingan Indrih  yang sempat menjadi viral ini, banyak pengguna media sosial yang heran, “ ternyata yang seperti itu masih terdapat di Indonesia” isi sebagian komentar mereka.

Penasaran dengan status Indri Rosidah di Instagram inilah yang membuat wartawan dari beberapa media  langsung berkunjung ke lokasi untuk mengetahui kebenarannya,.

Ternyata benar, mereka melihat Boisma sedang belajar sambil mengendong adiknya yang masih berumuran 11 bulan.

Kepada awak media Boisman Gori beralasan tidak ada yang menjaga adiknya dirumah, sementara ibunya harus berangkat pagi bekerja menderes karet sementara ayahnya yang bekerja sebagai tukang bangunan hanya sekali seminggu pulang.

“saya sudah biasa pak, bawa adek setiap hari di sekolah karna tidak ada yang menjaga dirumah,” ungkap Boisman bersemangat, Selasa (2/5/17) yang lalu.

Anak kelas lima SD ini sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk  berangkat sekolah, meskipun hampir setiap hari harus berjuang keras mendaki gunung dan  menggendong adeknya, karna rumahnya terletak sekitar 1500 meter di sebelah barat kaki gunung Puncak Lolomatua.

Indri Rosidah tenaga pendidik (SM3T) /(Foto/Beni)

Kepada awak media, Indri Rosidah mengatakan bahwa postingannya di instagram itu adalah bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, terutama Boisman dan siswa lainnya.

“Sebenarnya motifasi utama saya, tidak ada hal – hal lain yang saya maksudkan karna memang setiap harinya saya upload keseharian saya disini, nah kebetulan saja, saya memposting tentang Boisman ini, itu sebagai tanda kagum dan juga sebagai tanda salut  terhadap anak didik saya. Hal itu timbul karena melihat semangat juang dia sekolah, meskipun dengan keterbatasan yang ada namun dia tetap berangkat sekolah,” jelas Indrih saat itu.

Saat metrorakyat.com baru-baru ini mengkonfirmasi kembali Indrih terkait perkembangan disana melalui jaringan seluler mengatakan, bahwa Boisman masih membawa adiknya kesekolah dan tetap semangat untuk belajar, dan  belakangan ini sudah ada yang memberi bantuan berupa pakaian dan peralatan sekolah.

Teruslah semangat nak, gapai cita-citamu setinggi bintang dilangit!
(MR2/Beniarou Waruwu-red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.