Harimau Sumatra yang Ditemukan Mati di Labura Berusia 5 Tahun
MetroRakyat.com | LABUHAN BATU — Seekor harimau sumatra ditemukan mati di Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut). Saat ditemukan, petugas menemukan luka di bagian tubuh harimau tersebut. Plt Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan harimau mati itu pada Kamis (25/5). Mendapat laporan tersebut, petugas kemudian menuju ke lokasi.
“Petugas ke sana melakukan penanganan dan harimau dalam kondisi terbunuh mati,” kata Herbert, Jumat (26/5/2017).

Ia mengatakan, harimau tersebut terindikasi terbunuh karena ditemukan adanya bekas luka di kepala. Setelah itu, petugas menemukan bagian alat kelamin harimau hilang. “Ada bekas luka di kepala. Bagian kelaminnya hilang. Bagian kulit kening di kepala sudah seperti diiris. Kumisnya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Terkait kematian harimau itu, Herbert belum bisa menjelaskan lebih jauh karena pihaknya masih mengumpulkan keterangan. “Kita belum bisa simpulkan soal harimau terbunuh ini apakah terjerat atau karena meresahkan masyarakat,” terang Herbert.

Menurutnya, jasad harimau itu sudah sempat dikubur di sana. Setelah berkoordinasi dengan Muspika, harimau tersebut berhasil dievakuasi. “Ada beberapa masyarakat berusaha mempertahankan. Tapi, ada juga yang memperbolehkan (dievakuasi). Kita koordinasi Muspika dan akhirnya dievakuasi. Perkiraan, harimau itu sempat dikubur tak sampai satu malam. Saat ini, harimau tersebut sudah diamankan di BBKSDA Sumut,” kata Herbert.
Harimau Yang Mati Itu Usianya 5 Tahun.
Seekor harimau Sumatra yang ditemukan mati di Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan berusia 5 tahun. Sebelum ditemukan mati, hewan yang dilindungi ini terlihat ada di sebuah perkampungan itu. Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Sumut, Mukhtar Amin Ahmadi mengatakan, harimau tersebut mati akibat luka terbuka dengan senjata tajam. Selain itu, pada bagian tubuh harimau jantan ini hilang beberapa bagian seperti alat kelamin, kulit bagian kening, kumis dan ujung ekor.
“Juga terdapat luka lama bekas jerat pada kedua kaki,” kata Ahmadi di BBKSDA Sumut, Jumat (26/5/2017).
Menurutnya, beberapa hari sebelum ditemukan mati, harimau tersebut terlihat di perkampungan. Bahkan, disebut harimau itu sempat memakan hewan ternak dan mengkhawatirkan keselamatan anak-anak.
“Namun demikian, informasi ini masih kita selidiki apakah benar atau tidak, masih kita selidiki,” ujar Ahmadi.
Sementara itu, Plt Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif dari harimau yang diduga mati dibunuh ini. “Motif diselidiki. Harimau dengan panjang 160 cm dan tinggi 68 cm ini pernah terkena jerat. Kemudian masuk ke perkampungan dengan kondisi lemah,” kata Herbert. (dtc/mr).


