Listrik Sering Padam,Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Langsa Sebut Manager PLN Langsa Harus Bertanggung Jawab
MetroRakyat.com | LANGSA — Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Langsa, Putra Zulfirman menuding PT PLN Area Langsa gagal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Langsa.
Tudingan tersebut dilontarkan Putra Zulfirman lantaran PT PLN Area Langsa dalam sepekan ini acap kali melakukan pemadaman arus listrik di wilayah Langsa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Manajer PT PLN Area Langsa harus bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan barang elektronik milik masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya lantaran acap kali terjadi pemadaman arus listrik, sebut Putra Zulfirman Kepada MetroRakyat.com Minggu, 2/4/17 Malam.
Putra Zulfirman mengkhawatirkan apabila sering padam listrik akan berdampak pada kerusakan alat elektronik milik masyarakat seperti,televisi, lemari es, dispenser dan lainnya.
Parahnya kata Putra, apbila terjadi tunggakan listrik oleh warga, pihak PLN tanpa belas kasihan langsung melakukan pemotongan arus listrik dari rumah-rumah masyarakat. Akan tetapi, jika masyarakat yang dirugikan karena pemadaman listrik, tidak mendapat kompensasi apapun.
Putra mengancam akan melakukan aksi unjuk aspirasi terhadap pelayanan dan kinerja PLN selama ini yang kerap menyengsarakan rakyat sehingga harus hidup dalam kegelapan akibat pemadaman arus listrik.
“Bila segera tidak berubah pelayanannya. Kami akan duduki gedung kantor PLN Area Langsa,”tegas Putra.
Sementara itu, Manajer PLN Area Langsa, Heru Rianto ketika dihubungi via seluler (HP ) mengatakan bahwa pemadaman sering terjadi sedang dilakukannya pemeliharaan dan adanya gangguan,
“seringnya terjadi pemadaman listrik karena ada pemeliharaan pembesaran konduktor saluran transmisi Pangkalan Brandan-Binjai, selain itu juga terjadi gangguan PLTMG Arun yang berakibat beban Arun turun menjadi 70 MW,”ucapnya
Lanjutnya “Karena hal tersebut menyebabkan keterbatasan transfer arus dari Sumatera Utara, oleh karena itu pihak manajemen PLN Aceh dengan sangat terpaksa melakukan pemadaman bergilir per tiga jam selama satu periode untuk sejumlah daerah di Aceh termasuk di Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang,”jelasnya lagi
Menurut Heru, pemadaman listrik dilakukan untuk menaikkan pertahanan tegangan suplai agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar (blackout).
“Kami terus. berupaya. secepat. mungkin untuk menyelesaikan. kondisi tersebut. Dan kami berharap sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih kembali,”Pungkas Manajer PLN Area Langsa ini. ( MR/Dan/Red )
