Dinkes Prov.Sumut Akui Masih 3 Rumkit Layani Pasien Kanker
MetroRakyat.com | MEDAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat, dari sejumlah rumah sakit (RS) yang terdapat di Provinsi ini, baru tiga RS saja yang mampu melayani penyakit kanker termasuk kanker darah (leukimia). Ketiga RS itu adalah RSUP H Adam Malik, RS Murni Teguh, serta RS Columbia Asia.
Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Sumut, Hery V B Ambarita mengatakan, hal itu disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan alat kemoterapi yang dimiliki RS dalam layanan pengobatannya. Begitupun dengan obat dan kesiapan tenaga medisnya. “Saat ini masih hanya tiga RS saja yang sudah bisa melayani pengobatan kanker. Tapi hanya dua RS saja yang mengcover layanan BPJS Kesehatan,” ungkapnya, Kamis (27/04/2017).
Hery mengakui, di tahun 2018 nanti, pihaknya memproyeksikan deteksi dini dapat dilakukan bagi seluruh varian penyakit kanker. Tidak lagi hanya dikhususkan pada deteksi dini kanker serviks saja. “Jadi tahun mendatang, harapannya leukimia dan kanker lainnya sudah turut pula dapat dilakukan deteksi dini,” sebutnya.
“Namun untuk saat ini, Dinas Kesehatan Sumut terlebih dahulu akan melakukan tahapan sosialisasi kepada petugas di masing-masing kabupaten/kota. Selanjutnya, meningkatkan kapasitas dengan mengundang para ahli, lalu merumuskan program deteksi dini tersebut dan memasukkannya kedalam APBD,” jelas Hery.
“Di kabupaten/kota basicnya kan berbeda-beda. Jadi pemahaman harus sama, berupa pengertian, penyebab, diagnostik, supaya bisa menyusun program. Sehingga ditahun 2018 deteksi dini bisa berjalan pada pelayanan primer,” imbuhnya. Sementara, untuk penderita leukimia sendiri, sambung Hery, pada tahun 2015 di Sumut tercatat sebanyak 43 orang. Sedangkan pada tahun 2016 tercatat sebanyak 28 orang.
Koordinator Dokter Onkologi RSUP H Adam Malik Prof dr Bidasari Lubis SpA(K) mengatakan, sepanjang tahun 2016, jumlah kunjungan pasien kanker anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik mencapai sebanyak 3.524 orang. Dari jumlah tersebut, yang melakukan rawat jalan mencapai sebanyak 2.884 orang, sedangkan jumlah pasien rawat inap yang tercatat oleh RS milik Kemenkes ini mencapai sebanyak 640 orang.
“Dari jumlah pasien kanker tersebut, yang terbanyak adalah pasien anak yang mengidap kanker leukimia,” ujarnya. Meski demikian, lanjut dia, tingkat kesembuhan bagi para pasien kanker ini disebutkannya saat ini sudah cukup baik, terutama pasien kanker Acute Limphoblastic Leukimia (ALL). “Jika dunia 80 persen tingkat kesembuhannya. Dan kita sudah bisa mencapai 30 hingga 40 persen,” tegasnya.
Sementara itu, Yayasan peduli kanker anak Smiling Kids Foundation (SKF) mencatat, setiap harinya sedikitnya 700 anak di dunia terdeteksi menderita penyakit kanker. Sementara untuk di Kota Medan, setiap bulannya ada 20 kasus yang ditangani di RSUP H Adam Malik dan juga RS Murni Teguh secara rutin. “20 kasus itu hanya yang terdata. Jumlah yang belum terdeteksi mungkin lebih banyak lagi. Karena trendnya meningkat setiap tahun,” ungkap Ketua SKF Jenny Ong.
Jenny mengatakan, lima kanker terbanyak diderita anak yaitu, kanker darah, mata, tulang, saraf dan kelenjar ginjal. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia di bawah lima tahun. Jenny menjelaskan, dari jumlah tersebut, 60 persennya kasus kanker anak yang paling banyak diderita ialah kanker darah (leukimia).
Meski dia mengakui, hingga saat ini, penyebab awal kanker anak terjadi belum dapat diketahui secara pasti. “Faktor genetik hanya menyumbang 10 persen. Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, yang disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup,” pungkasnya. (BS/MR).
