Petugas Jaga Malam Mau di Alihkan ke Pihak Lain, Pedagang Protes Kebijakan Kepala Pasar dan Kacab-II Pasar Petisah
MertoRakyat.com | MEDAN – Setelah sebelumnya puluhan pegawai PD Pasar Kota Medan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Walikota dan mendatangi Komisi C DPRD Medan, (Selasa, 28/2/17) untuk melakukan protes atas kebijakan Direktur Utama PD Pasar yang baru, Rusdi Sinuraya yang telah melakukan mutasi terhadap puluhan pegawainya, kali ini giliran petugas jaga malam yang selama ini bekerja di PD Pasar Petisah juga melakukan protes terkait rencana Kepala Pasar Petisah dan Kepala Cabang-II PD Pasar yang hendak mengambil alih pekerja petugas jaga malam yang berada dilantai Basement, Pasar Petisah Medan.
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) Kota Medan, Warno didampingi Sekretarisnya, Rahmad Harahap, bahwa saat ini petugas jaga malam yang selama ini telah ada akan digantikan kepada pihak lain. Parahnya lagi, ada oknum tertentu yang memerintahkan Kepala Pasar Petisah dan Kacab II Petisah untuk meminta tanda tangan dukungan dari para pedagang di besement yang berjumlah 400 orang lebih. Rabu,(1/3). Hal ini menyebabkan menimbukan protes di kalangan pedagang yang juga dibawah kepengurusan P4B Medan.
“ Tentunya ini tidak fair (tidak adil), sebab ada dugaan unsur pemaksaan terhadap para pedagang Pasar Petisah yang ada di lantai Basement agar mereka mau menandatangani persetujuan pergantian petugas jaga malam. Sementara, kondisi keamanan di pasar petisah sejak sudah jauh lebih baik dan tidak ada keluhan dari para pedagang. Kami menduga, ini sengaja diatur oleh Direktur Utama, PD Pasar untuk mengambil alih semua sumber-sumber penghasilan yang dianggap dapat menjadi pemasukan untuk kepentingan kelompoknya. Bayangkan saja bang, perharinya, mereka mampu mengutip uang sebesar Rp.1 juta hanya dari pedagang yang berjualan di basement, ” jelas Warno.
Untuk itu, tambah Warno, mereka (para pedagang dan petugas jaga malam akan berencana melakukan orasi pada hari Jumat, tanggal 3 Maret 2017 mendatang, dengan tuntutan agar Walikota Medan dan DPRD Kota Medan mengevaluasi kinerja Kepala Pasar dan Kapala Cabang-II PD Pasar. Selain itu, meminta agar Walikota Medan mengevaluasi Dirut PD Pasar Medan yang diduga akibat kebijakannya telah menjadikan kondisi dan situasi di PD Pasar Medan menjadi tidak kondusif.
“ Saya di PD Pasar sudah lama, baru kali inilah, Kantor PD Pasar Petisah di Demo oleh pekerjanya sendiri di jaman Rusdi Sinulingga sebagai Dirut PD Pasar, ini sangat mengherankan, kita ketahui bahwa, suatu pekerjaan itu tidak harus dikerjakan oleh orang-orang tertentu saja, melainkan dikerjakan oleh semua orang yang kebersamaan dan kekeluargaan dan sepaham untuk menjadikan PD Pasar ini maju dan mendapat keuntungan yang besar bagi PAD Kota Medan. Bukan malah menggeser orang-orang yang sudah ada tanpa peduli latar belakangnya,” terangnya.
Dilanjutkan Warno lagi, bahwa pergantian petugas penjaga malam boleh-boleh saja, namun harus secara adil melalui proses tender dan mengacu kepada ketentuan yang sudah ada disepakati saat ini.
“ Kami meminta agar Kepala Pasar Petisah, Br.Nasution dan Kepala Cabang-II PD Pasar Medan, Saiful Akhyar tidak berpihak kepada pesanan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” bilangnya.
Sementara itu, sumber dari lingkungan Pasar Petisah yang meminta namanya tidak dituliskan mengatakan, perlu diluruskan bahwa, Kepala Pasar Petisah dan Kepala Cabang-II PD Pasar Medan sejak awal tidak menyetujui keinginan dari oknum tertentu yang meminta mereka mengawal untuk menemui para pedagang meminta tanda tangan untuk pengalihan petugas jaga malam. Namun karena merasa ada ancaman, membuat keduanya dengan terpaksan menuruti keinginan dari oknum tersebut.
Terpisah, Mulia Asli Rambe, SH (Bayek) anggota DPRD Kota Medan dari Partai Golkar saat diminta komentarnya terkait permasalahan petugas jaga malam yang ada di lantai basement Pasar Petisah menerangkan, bahwasanya perlu ada dilakukan pendekatan dengan para pedagang agar situasi di Pasar Petisah tersebut tetap kondusif. “ Sudah tidak jamannya lagi dengan memakai tangan besi. Kepala Pasar yang baru, harus menanam kemistri kepada seluruh pegawai dan juga pedagang. Apalagi saat ini banyak pejabat baru dilingkungan PD Pasar, sehingga sinergitas antara pimpinan dan bawahan dapat terjadi,” ucap Ketua DPD AMPI Kota Medan tersebut.(MR-10/red)

