Diduga Mesum Di Warnet & Cegah Tindakan Pencabulan, Sabhara Polrestabes Medan Gelar Razia

Diduga Mesum Di Warnet & Cegah Tindakan Pencabulan, Sabhara Polrestabes Medan Gelar Razia
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Warung internet alias warnet pernah menjadi bisnis yang menjanjikan. Persaingan yang ketat membuat para pengelola kadang melakukan segala cara untuk mempertahankan para pelanggan. Jurus lain juga diterapkan. Misalnya menyediakan bilik warnet yang bisa ditutup sehingga lebih privat. Parahnya, kadang-kadang bilik tersebut dimasuki oleh pasangan muda yang sepertinya berbuat yang tidak-tidak. Hal inilah yang menjadi atensi Polrestabes Medan untuk mengungkap mengenai apa yang dilakukan para pengguna jasa internet di salah satu warnet dikawasan jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan. Puluhan personil Satuan Sabhara Polrestabes Medan menggelar razia disalah satu warnet bernama “Teratai”, Jumat (31/3/2017) sekira pukul 17.00 wib. Alhasil, belasan remaja dan pemuda beserta pasangannya diamankan petugas.

Foto Sumatera Bermartabat.

Kanit Turjawali Sabhara Polrestabes Medan, AKP. L.B. Sihombing saat melakukan razia tersebut mengatakan bahwa masyarakat dikawasan sekitar warnet sudah resah dengan hadirnya warnet yang menyediakan bilik, dan diduga kuat dijadikan lokasi mesum para remaja yang usianya masih belasan ini. “Kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa warnet ini diduga sering sekali dijadikan sebagai lokasi mesum, dan sore ini kita mengamankan pasangan tersebut dan diantaranya ada yang masih memakai seragam sekolah”, ujar perwira ini kepada MetroRakyat.com.

Senada dengan KBO Binmas Polrestabes Medan, Ipda Arman Siregar menyampaikan akibat keresahan masyarakat bahwa saat ini marak terjadi tindakan dugaan pencabulan dengan munculnya warung internet yang memiliki bilik-bilik. Hal ini katanya rentan dengan tindak pidana pencabulan, sehingga acap kali terdengar pengaduan di kantor Polisi tentang kasus pelecehan seksual atau mesum, dan menurutnya ini salah satu faktor pendukung ulah remaja semakin leluasa melakukan perbuatan cabul tersebut. 

Foto Sumatera Bermartabat.

“Jika warnetnya punya bilik atau kamar, maka penyedia jasa warnet sengaja mencari keuntungan dengan menyediakan bilik seperti itu, kan bisa dibuka itu biliknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan akibatnya generasi kita rusak, barang tentu mereka buka-buka aplikasi pornografi dan menjurus kearah perbuatan cabul. Seharusnya warnet sebagai tempat menimba ilmu bukan malah dijadikan mencari konten-konten pornografi dan mengundang pengaruh keras sehingga kelakuan remaja mau melakukan pelecehan seksual, apalagi membawa pasangan berlainan jenis. Maka, jika terjadi pengaduan maka pelaku dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, karena kita selalu temukan pelakunya masih anak dibawah umur, apalagi korbannya juga”, ungkapnya.

Foto Sumatera Bermartabat.

Foto Sumatera Bermartabat.

Aksi razia warnet Teratai ini mendapat respon dari warga sekitarnya. Salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan,  bahwa warnet Teratai sudah sering sekali dijadikan tempat mesum. Hal ini dikuatkan, sering sekali para pengguna jasa warnet membawa pasangan berlainan jenis, dan warnet tersebut juga memiiki kamar atau bilik dengan ukuran satu meter, dan memudahkan para penggunanya leluasa melakukan perbuatan mesum. “Kita sudah curiga dengan warnet ini bang, dan sudah lama beroperasi, dan ada lagi warnet bernama Pelangi tak jauh dari sini, itu lebih parah, punya bilik dan yang main warnetpun adalah berpasangan dan kita duga mereka ngepain lagi kalau nggak buat mesum”, ungkap warga tersebut.

Kasat Sabhara Polrestabes Medan Cepat Tanggap Aduan Masyarakat.

Ini Kata AKBP. M. Fadris : “Jumat Berkah Sambil Himbau Menjaga Kamtibmas Adalah Tujuan Kita”.

Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP. M Fadris Sangun Ratu Lana, SIK,MSI saat dikonfirmasi membenarkan razia salah satu warnet tersebut. Fadris mengatakan bahwa razia tersebut digelar berkat informasi dari masyarakat. Warga sekitar meminta agar warnet tersebut diberikan tindakan, karena dianggap menyediakan jasa warnet berkamar dan diduga disalah gunakan penggunanya untuk melakukan perbuatan mesum.

Dibuktikan dengan ditangkapnya beberapa pasangan dari dalam bilik warnet itu. “Kita terima pengaduan masyarakat, dan kita tindak lanjuti, dan selanjutnya kita bawa mereka ke kantor untuk didata dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kita prihatin dengan anak-anak remaja saat ini, karena usai pulang sekolah seharusnya pulang kerumah untuk bantuin orangtuanya, nah malah nongkrong diwarnet dengan pacarnya. Jadi, kita harapkan para orangtua agar tetap memberikan pengawasan yang ketat pada anak-anak kita apalagi yang masih tergolong dibawah umur, dan kita minta orangtua mengenali siapa kawan atau pacarnya. Dan, jika masih sekolah saya rasa pacaran belum begitu perlu, karena masih mengayam pendidikan”, pungkas mantan Kasubdit Gasum Dit Sabhara Polda Sumut ini. (MR/TEAM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.