Ribuan Pengemudi GO-JEK Tuntut Sesuatu Di Kantor Cabang, Ini Permintaan Mereka…

Ribuan Pengemudi GO-JEK Tuntut Sesuatu Di Kantor Cabang, Ini Permintaan Mereka…
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Ribuan pengemudi Go-Jek  melakukan aksi demo di depan kantor Gojek Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. Ribuan pengemudi itu  hadir untuk menentang kebijakan manajemen yang menurunkan tarif dasar Gojek, Jumat (10/2/2017). Koordinator Pengemudi  Go-Jek, Joko  mengatakan, harga awal tarif dasar Go-Jek sebesar Rp 15 ribu. Dari Rp 15 ribu tersebut maka keuntungan buat driver sebesar Rp 12 ribu per orderan Go-Jek. Sekarang, tarif dasar yang Rp 15 ribu diturunkan menjadi Rp 9 Ribu. Untung bersih buat driver pun menjadi hanya Rp 8 ribu per orderan Go-Jek. Selain itu faktor kerajinan yang dilakukan oleh pengemudi tidak lagi dihargai seperti bonus berjumlah 40 persen. “Ini sudah tidak cocok lagi sistemnya, dan banyak yang dirugikan dari kami oleh pihak manajemen. Enak untuk manajemen, namun kerugiannya buat kami. Dan kami komplain dan minta pertanggungjawaban manajemen yang salah. Belum lagi manajemen sampai saat ini melakukan penerimaan pengemudi baru atau anggota baru sampai saat ini, dengan memberikan uang sebagai saldo awal minimal lima puluh ribu rupiah”, ungkap Joko kepada MetroRakyat.com.

Foto Sumut Bermartabat Rakyat.

Joko bersama rekan-rekan  pengemudi lainnya berinisiatif bertanya baik-baik bagaimana pertanggungjawaban manajamen terkait hal ini. Para pengemudi ini akan menuntut sampai mendapatkan kepastian nasib, sehingga tidak ada lagi sikut menyikut antara pegemudi lainnya seperti Becak Bermotor dan Grab. “Ini belum seberapa jika kami mau menuntut, ada 7 ribuan pengemudi lainnya siap turun untuk datang ke kantor ini agar mereka bertanggungjawab”, imbuhnya.

Foto Sumut Bermartabat Rakyat.
Pihak Manajemen GoJek Medan memberikan keterangannya kepada Driver Gojek di halaman Kantor Gojek Cabang Medan, Doc/ Metrorakyat.com, S.Peter.

 

Foto Sumut Bermartabat Rakyat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada seribuan para pengemudi Gojek yang ikut dalam aksi demonstrasi tersebut. Pihak manajemen terlihat berdiskusi dan mencoba menenangkan para pendemo yang tak lain adalah karyawannya sendiri. Salah seorang pihak manajemen bernama Moris saat dimintai tanggapannya, tidak bersedia berkomentar dengan alasan masih sibuk. Akibat demo tersebut juga menyebabkan Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi macet. Jalan Perintis Kemerdekaan arah dari Kantor Kereta Api Indonesia (KAI) Medan dan Jalan Gaharu macet. Pihak Kepolisian Resort Kota Besar Medan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Medan, AKBP. Mahedi Surindra,SH,SIK  terlihat sibuk mengatur lalu lintas dan mencoba memberikan pengertian kepada para Pengemudi Gojek untuk menenangkan dirinya dan melakukan dialog dengan manajemen.

Foto Sumut Bermartabat Rakyat.

Ipda Paulus Personil Sabhara Polerstabes Medan Disasar Massa Gojek Karena Arogan Bawa Motor

Ipda Paulus Rafael, perwira Sabhara Polrestabes Medan nyaris dikeroyok kelompok driver Go-Jek yang tengah unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan Timur, Jumat (10/2/2017). Paulus yang awalnya mengendarai sepeda motor trail dianggap memprovokasi. “Macam betul aja kau woi! Kami yang gaji kau. Jangan kau provokasi kami,” teriak ribuan driver Go-Jek yang melakukan aksi.

Saat diteriaki, Paulus tak lantas mematikan kendaraannya. Ia mendekati kerumunan massa sembari menggeber-geber motor. Melihat hal itu, para driver kian mengamuk. Tak lama berselang, Paulus terjatuh dan nyaris dihakimi peserta aksi. “Kualat kau bo*at!” teriak seorang driver. Untuk menghindari aksi kekerasan, polisi lainnya bergerak cepat menyelamatkan Paulus.

Pria kelahiran Papua itu dibawa ke seberang jalan, sementara motir yang terjatuh dievakuasi petugas ke tempat yang lebih aman. “Jangan ada yang anarkis. Tolong. Jangan membuat kegaduhan,” teriak beberapa perwira Polrestabes Medan. (MR04/Imron/Nelson).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.