Komisi D Pertanyakan Keberadaan Mobil Keluarga Pardede yang Tertimpa Pohon di Jalan Sudirman Medan
MetroRakyat.com | MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari partai Demokrat Medan, Ir.Parlaungan Simangunsong mempertanyakan terkait ada tidaknya anggaran dana yang disediakan pemko Medan melalui Dinas Pertamanan terhadap kerusakan mobil milik keluarga ahli waris D Pardede (55) yang tewas tertimpa pohon pada Sabtu (18/10/2014) malam beberapa tahun lalu. Selain itu, Parlaungan juga mempertanyakan keberadaan 1 unit mobil Kijang Commando warna hitam BK 1907 TG tersebut yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaan mobil itu.
Hal ini diucapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke dinas pertamanan dan kebersihan kota Medan, Senin,(6/2/2017) bersama rombongan Komisi D DPRD Kota Medan yang diketuai oleh Ir.Sahat Simbolon.
” Saya mempertanyakan keberadaan mobil Kijang Comando warna hitam BK 1907 TG yang tertimpa pohon di Jalan Sudirman Medan pada Sabtu (18/10/2014) malam beberapa tahun lalu. kalau memang diperbaiki dimana bengkelnya, namun jika tidak sebaiknya dikembalikan saja kepada pihak keluarga atau pemiliknya. Karena keluarganya selalu mempertanyakan keberadaan mobil tersebut, yang sampai saat ini tidak jelas dimana rimbanya,” terangnya.
Ditambahkana lagi, bahwa permasalahan tersebut sudah pernah dilakukan RPD di Komisi D DPRD Medan bahkan sampai dua kali, namun tidak menghasilkan solusi apa-apa pada saat itu.
” Di sini ada Pak Sinuraya yang hadir dan mengetahui RDP tersebut, sepengetahuan saya dahulu bahwa mobil akan diperbaiki oleh dinas pertamanan, namun sampai sekarang tidak diketahui kelanjutannya. Dimana tanggung jawab dinas pertamana. Agar ini menjadi perhatian kepada Bapak Husni selaku kadis Pertamanan yang baru, sehingga bisa memberikan penjelasan terkait mobil tersebut,” kata anggota Komisi D DPRD Medan tersebut.
Kepala Bidang Pohon dan Makam, Susi yang ditunjuk oleh Kadis Pertamanan untuk menjelaskan permasalahan tersebut mengatakan, bahwa saat itu mobil kijang milik keluarga Pardede yang tertimpa pohon sudah diserahan ke dinas pertamanan untuk dibawa ke bengkel dan diperbaiki.
“saat itu mobil sudah diserahkan ke pada kami untuk dibawa kebengkel untuk diperbaiki,” ujar Susi tanpa menyebutkan bengkel tempat mobil diperbaiki.
Susi juga menerangkan jika dana untuk perbaikan mobil yang tertimpa pohon tersebut tidak ada dianggarkan oleh dinas pertamanan Medan.
Mendengar jawaban dari Kabid Pohon dan Makam tersebut, Parlaungan Simangunsong kembali akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait pertanggung jawaban mobil naas tersebut agar jelas sudah sampai dimana tanggung jawab yang dilakukan oleh dinas pertamanan terhadap ganti rugi kenderaan mobil milik keluarga D Pardede korban tertimpa pohon beringin beberapa tahun yang lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pada hari Sabtu (18/10/2014) malam,rombongan keluarga D.Pardede (55) sedang melintas dalam perjalanan pulang ke Perumnas Mandala setelah menghadiri acara kawinan. Namun tepat di Jalan Sudirman Medan, naas sebelum lewat jembatan Jalan Sudirman, sebuah pohon besar jenis Mahoni tumbang diduga karena lapuk, sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat itu, pengemudi, Andi Kriston Pardede (32), dan D Pardede (55) yang duduk di depan tewas terjepit, sementara tiga korban menderita luka.
Dari tujuh penumpang yang semula berada di dalam mobil Kijang nahas itu, dua penumpang berhasil keluar dengan selamat. Kemudian tiga yang terluka berhasil dikeluarkan sebelum batang pohon utama semakin jatuh dan meremukkan bagian belakang mobil.
Sementara dua lainnya, yakni pengemudi dan penumpang yang duduk di depan terjepit. Saat berhasil dievakuasi dari mobil, kondisi keduanya sudah tidak bergerak dan diduga sudah meninggal dunia. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Elisabeth, Jalan Haji Misbah.(MR-10/red)
