Bupati H Ashari Tambunan membuka MTQ Dan FSN Tingkat Kecamatan Tanjung Morawa
MetroRakyat.com | TANJUNG MORAWA – Pelaksanaan musabaqah tilawatil Quran (MTQ), selain menjadi media dakwah dan syiar Islam, juga secara nyata mendorong tumbuhnya semanat membangun. Khususnya pembangunan bidang keagamaan.
“MTQ merupakan sebuah wahana dalam memacu pengembangan tilawah, hafalan, serta pendalaman isi Alquran. Juga memiliki daya tarik dan ruang khusus dalam kehidupan masyarakat yang religius,” ungkap Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan saat membuka MTQ ke-50 dan Festival Seni Nasyid Kecamatan Tanjung Morawa di Desa Dalu Sepuluh-A, Tanjung Morawa, Sabtu (4/2/2017).
Dikatakan, lantunan ayat suci Alquran yang berkumandang selama MTQ berlangsung, menghadirkan suasana dan nuansa religius, yang memberi pencerahan bagi siapa pun yang membaca dan menjadi penawar kegelisahan bagi pengamal kandungan isinya. Karena itu, MTQ tidak sekadar menjadi ajang fasih dan pintar baca-tulis Alquran, namun juga melahirkan nilai lebih dalam tatanan kehidupan.
Di hadapan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, Apoan Simanungkalit, anggota dewan H Said Hadi SE dan Siswo Hadisuwito, Kepala BKD HMA Yusuf Siregar, Kadis Porabudpar Faisal Arif Nasution, parakades/lurah, dan ribuan masyarakat yang hadir, bupati menekankan pentingnya keterlibatan semua komponen umat dalam kaitan mempersiapkan generasi muda yang kini diterpa deras deras globalisasi. “MTQ ini harus membekas dan berpengaruh positif yang tampak dan terukur bagi pengembangan kehidupan masyarakat ke depan, khususnya bagi kalangan generasi muda.”
Kepada seluruh peserta, Bupati Ashari Tambunan berpesan, MTQ merupakan kesempatan meraih prestasi bagi qari-qariah. Karena itu, diminta agar menampilkan seluruh kemampuan dan berjuang untuk menjadi yang terbaik. “Setelah ini, kalian akan menghadapi ajang sama di tingkat yang lebih tinggi, baik di kabupaten, provinsi, hingga nasional.”
Bupati juga mengapresiasi kegiatan positif itu sebagai suatu kebanggaan masyarakat. Sebab meski di kabupaten itu memliki 22 kecamatan, namun hanya Tanjung Morawa saja yang secara kontinu melaksanakan MTQ kecamatan setiap tahunnya.
“Saya sangat haru dan bangga, sejak awal barisan pawai takruf yang memanjang dengan melibatkan ribuan masyarakat, menggambarkan miniatur Deli Serdang yang heterogen dan berkebhinnekaan. Ini menjadi modal besar, makanya tidak salah jika Tanjung Morawa pada akhir tahun lalu meraih predikat Kecamatan Terbaik tingkat Sumut.”
Di tempat sama, anggota DPRD Deli Serdang asal Tanjung Morawa, H Said Hadi selaku ketua panitia MTQ itu, melaporkan segala persiapan hingga pelaksanaan ajang tersebut, mengedepankan rasa kebersamaan antara pemerintah kecamatan dan segenap lapisan masyarakat.
Itu semua dilakukan demi terwujudnya visi-misi pembangunan kabupaten yang maju, berdaya saing, dan religius dalam kebhinnekaan. “Wujud peran pemerintah, dukungan swasta, dan partisipasi masyarakat yang terbungkus dalam konsep Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) menyemangati sikap perilaku kami dalam bertindak, membangun kebersamaan, dan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.” Ujarnya.
Menandai pembukaan MTQ itu, Ashari Tambunan didampingi sejumlah anggota dewan, Camat Timur Tumanggor, dan muspika setempat, memukul bedug yag dirangkai dengan pengibaran bendera oleh Paskibra SMKN 1 Tanjung Morawa. Diiringi mars MTQ, spontan bupati berdiri dan diikuti seluruh yang hadir.
Sebelumnya, rangkaian pembukaan MTQ itu diawali dengan pawai takruf yang diikuti ribuan masyarakat dari 25 desa dan satu kelurahan di kecamatan itu. Kecuali mengusung konsep Islami, barisan pawai takruf juga dilengkapi dengan tema kebhinnekaan, serta keunggulan potensi masing-masing desa/kelurahan. Barisan juga dimeriahkan tiga Grup marching band.(MR/10-red)
