RSU Rantau Prapat Terkesan Kumuh dan Tidak Terawat
MetroRakyat.com | RANTAU PRAPAT – Salah satu Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kota Rantau Prapat, kondisinya sangat mengkhawatirkan dan tidak nyaman bagi para pasien dan keluarga penjenguk.


Hal ini diketahui ketika salah satu Pembina MetroRakyat.com, Lambas Pakpahan,ST MSi berkunjung ke Rumah Sakit Umum milik Pemerintah tersebut, saat pulang mudik dalam rangka tahun baru bersama Keluarga Besarnya. “ Beginilah ternyata bentuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Rantau Prapat ini, satu ruangan dibuat 25 tempat tidur, dan sudah mirip seperti pasar sore. Bagaimana dengan kenyamanan para pasien yang dirawat inap disini kalau begini kondisinya. Belum lagi kapasitas ruangan yang over, dimana dalam satu ruangan disediakan tempat 25 tidur yang berantakan, kotor sehingga menimbulkan rasa jijik bagi setiap tamu penjenguk yang datang bekunjung.” Ungkap Wakil Ketua LSM TOPAN-RI Sumatera Utara tersebut, Kamis,(29/12/2016) melalui pesan WA nya kepada redaksi MetroRakyat.com yang ada di Medan.
Ditambahkan Lambas lagi, bahwa selain itu, fasilitas air di RSU Rantau Parapat tersebut juga sering mati atau tidak mengalir, sehingga kerap kali membuat jengkel para pasien terutama keluarga penjenguk.
“Kamar mandinya juga sangat menjijikkan, saya kira inilah salah satu Rumah Sakit paling bobrok di Sumatera Utara ini. Apa saja kerja Direktur Rumah Sakitnya, sementara anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit ini sangatlah besar. Saya berpesan kepada Bupati dan Direktur Rumah Sakit, harus memikirkan masyarakat, bukan memikirkan bagaimana untuk mengkorupsi uang Negara yang ada di Pemkab Rantau Prapat.” Tegas pengurus salah satu Partai Politik Wilayah Sumatera Utara ini lagi.
Lambas Pakpahan berharap, Gubernur Sumatera Utara, bersama Anggota DPRD Provinsi Sumut Komisi E, melakukan sidak dengan datang dan meninjau langsung situasi dan kondisi pelayanan di Rumah Sakit milik Pemerintah tersebut. “ Bagaimana pelayanan Kesehatan di Negeri ini dapat semakin ditingkatkan, sementara mutu dan pelayanannya saja sangat membuat hati miris. para penjenguk terpaksa harus menggelar tikar di dalam ruangan pasien karena tidak ada disediakan ruangan bagi kelurga yang menjenguk, sehingga sudah mirip seperti tempat penampungan massal.” Terangnya.(MR/Tim)
