Ini Ungkapan Arti Natal Menurut Brigadir Jenderal Polisi Drs. Adhi Prawoto…

Ini Ungkapan Arti Natal Menurut Brigadir Jenderal Polisi Drs. Adhi Prawoto…
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Setiap menjelang akhir tahun ratusan juta manusia di dunia hiruk pikuk untuk mempersiapkan dan merayakan Natal. Pusat-pusat perbelanjaan tampak sangat sibuk dan bertingkah laku seolah-olah mereka menjadi pusat perayaan Natal. Tidak ketinggalan Medan. Bahkan jauh sebelum bulan Desember sudah ada toko yang menjual berbagai jenis pernak-pernik Natal, dengan suasana toko dilengkapi dengan lagu-lagu Natal.

Jika melihat hiruk-pikuk dan gemerlap pernak-pernik seperti yang dipajang di toko-toko, pohon dan lampu Natal yang dipajang, aksi lucu sinterklas, tawaran diskon Natal, dan sebagainya, seolah-olah Natal itu perayaan “serba enak.”  Tidak demikian. Bagi sebagian orang Natal adalah Desember kelabu, karena tidak bisa berkumpul bersama keluarga, menderita kelaparan, mengalami diskriminasi, menanti hukuman mati, dan sebagainya.

Hasil gambar untuk wallpaper kelahiran yesus kristus

Kesan tersendiri bagi pribadi seorang Brigadir Jenderal Polisi Drs. Adhi Prawoto katakan bahwa Natal adalah berbagi kasih dengan sesama manusia dan mengerti apa visi dan misi Yesus dilahirkan kedunia. Jenderal berbintang satu ini sebutkan bahwa Natal tidak sekedar seremonial belaka saja,  Natal merupakan suatu anugerah dan kesempatan bagi kita untuk melakukan apa yang telah diajarkan Tuhan dengan melayani dan memberikan pelayanan  hidup bagi orang lain dalam konteks melayani tanpa memandang suku, ras maupun golongan sebab Kristus telah lahir dan datang melayani serta memberikan hidupNya untuk semua manusia, Selasa (13/12/2016). 

Mantan Kapolres Simalungun ini juga mengatakan bahwa  belum lagi di negara kita ini, masih banyak yang belum sempat merayakan hari Natal karena faktor ekonomi ataupun hal lainnya, maka selayaknya kita berbagi Kasih juga dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk merayakannya.  Dalam kondisi seperti ini, kita mesti menunjukkan solidaritas dengan sesama yang menghadapi berbagai kendala dalam hidupnya. Namun disamping itu, Natal adalah pesta kebahagiaan dan momentum untuk perubahan serta peneguhan atas perjuangan kita di dunia. Kelahiran Yesus lebih dari 2000 tahun lalu membawa sukacita bagi para malaikat, para gembala, dan tiga raja dari timur, yang kemudian bergegas menyambutNya dengan cara mereka sendiri.

“Pesta kelahiran Yesus kita rayakan sebagai kabar gembira di tengah-tengah dunia yang keras dan kejam. Di dalamnya kita merayakan persekutuan dengan Tuhan yang datang menyapa kita dan memberi arti bagi hidup kita”, kata Wakapolda Sumatera Utara ini. Kelahiran Yesus, sebagaimana kelahiran manusia pada umumnya, merupakan momen awal baginya untuk kemudian tumbuh menjadi seorang pria dewasa. Ia pada akhirnya menyadari panggilan hidup-Nya sebagai utusan Allah untuk menebus dosa manusia dengan mati di salib. Hal yang sama berlaku juga bagi umat Kristiani. Natal adalah momen pertumbuhan iman, yang tidak boleh berhenti pas setelah tanggal 25 Desember. Makna Natal seharusnya menggema sepanjang tahun dan menjiwai setiap aksi pribadi maupun kelompok. 

Hasil gambar untuk wakapoldasu
Brigadir Jenderal Polisi Drs. Adhi Prawoto – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

 

Pesan Natal saya untuk tahun 2016 ini adalah marilah bersama-sama berbagi Kasih dengan sesama manusia, dan saling mendoakan satu sama lain dan mengesampingkan kepentingan pribadi kita dan mengutamakan kepentingan manusia dan umat Tuhan di dunia ini. Selamat merayakan Natal bagi umat Kristiani di Sumatera Utara yang merayakannya, dan mari kita menjaga agar situasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 selalu kondusif”, tandas Adhi Prawoto kepada MetroRakyat.com di Mapoldasu. (Peter/MR).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.