Wakapolda Sumut, Brigjend.Pol. Adhi Prawoto : “Himbau Polisi Jangan Pentingkan Institusi Ketimbang Rakyat”.
MetroRakyat.com | MEDAN — Mengedepankan kepentingan publik daripada institusi adalah prioritas kita bersama di Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Jangan mentang mentang yang datang mengadu hanya menggunakan sendal jepit lantas polisi sepelekan, sementara yang datang menggunakan mobil itulah yang polisi dahulukan, jangan lagi ada hal seperti itu yang terjadi dalam organisasi kita (institusi polri)” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigjen.Pol.Drs. Adhi Prawoto kepada MetroRakyat.com, Senin (28/11/2016) di ruangannya, saat ditanyakan seputar bagaimana kinerja Polda Sumatera Utara saat ini. Mantan Kapolresta Simalungun ini kembali mengatakan bahwa saatnya Polri berubah dan kita tetap ikut dengan siapapun yang menjadi pemimpin bangsa dan negara ini, dan khususnya di institusi Polri. “Dilema yang terjadi saat ini adalah bagaimana mendekatkan rakyat dengan polisinya sendiri, bagaimana sikap dan perilaku penegak hukum untuk mengedepankan kebenaran dan fakta bagi masyarakat”, ungkapnya.

Wakapolda Sumut menegaskan, bahwa hal ini telah menjadi salah satu tujuan bapak Jenderal Polisi Tito Karnavian, bagaimana sebagai polisi yang seharusnya mengayomi rakyatnya agar selalu mengedepankan kepentingan rakyat diatas segala-galanya. “Tak hanya institusi saja yang harus dikesampingkan daripada rakyat, namun pribadi juga”, katanya.

Mengenai kinerja yang dicapai Polda Sumatera Utara, Wakapolda Sumut mengatakan bahwa masih dalam tahap kerja keras, untuk penyelesaian segala pertikaian kasus demi kasus, dan memberikan kepastian hukum bagi warga Sumut. “Kita berusaha lebih mendekatkan diri dengan rakyat saat ini, bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen.Pol. Rycko Amelza Dahniel bersama jajarannya sedang melaksanakan komunikasi dengan intens, terhadap para tokoh masyarakat, agama dan pemerintah, dan utamanya rakyat sendiri. Bagaimana kita melihat semuanya ini, mendapatkan pujian bahkan kritikan sekalipun, ini adalah amanah dan tanggungjawab sebagai penegak hukum untuk memberikan rasa aman dan damai bagi warga Sumatera Utara” ujar pria ini ramah.
Masih kata Mantan Karo Renmin Lemdikpol Mabes Polri ini, tak bisa dipungkiri pasti masih banyak yang kurang puas dengan kami, masih ada oknum anggota Polri yang masih kerap bertindak di luar etika di jalanan. Oknum anggota Polri yang cenderung mencari kesalahan pengguna jalan daripada menjadi penasihat para pengguna jalan masih saja kita jumpai. Belum lagi, masyarakat yang masih mengeluhkan pelayanan dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor. Seorang warga yang ingin membayar pajak dengan benar justru diarahkan dengan cara-cara yang kurang benar dengan cara memberikan uang tips agar pengurusan pajak kendaraan bisa di bawah meja. Belum lagi sikap beberapa markas kepolisian resor dalam menerima pengaduan dari masyarakat yang masih jauh dari kata pelayanan. Kondisi tersebut yang membuat masyarakat masih mempertanyakan sikap Polri yang sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Lantas, apakah kita sebagai masyarakat menjadi antipati terhadap Polri setelah melihat dan merasakan ada oknum anggota Polri yang masih jauh dari sifat pengayom dan pelayan? Tentu cara-cara seperti itu hanya mencari gampangnya dan justru sikap yang tidak membantu Polri dalam melakukan reformasi di tubuh organisasinya. Justru kita sebagai masyarakat jangan memancing para oknum anggota Polri melakukan tindakan-tindakan di luar sifatnya (pengayom dan pelayan). Setidaknya, masyarakat melalui individu-individunya tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Harus diakui, masih banyak masyarakat yang mencaci oknum anggota Polri, namun mereka juga melakukan tindakan yang melanggar aturan.”Kita harus tetap mempunyai keyakinan bahwa Polri bisa menjadi lebih baik dari sekarang. Kita berharap, Polri selalu bisa benar-benar kembali ke roh tugas mereka, yaitu sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Dan masyarakat harus mendukungnya dengan cara-cara positif dan membangun”, pungkas pejabat tinggi Polda Sumatera Utara berbintang satu ini. (MR/Red).
