oleh

Jelang Hari Guru, Pungutan Liar Marak Di Beberapa Sekolah. Ini Contohnya…

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Amatan MetroRakyat.com di sejumlah sekolah di Medan menunjukkan praktik pungli biaya Hari Guru yang diperingati tiap 25 November itu masih berlanjut. Modusnya, cukup rapi. Para guru nyaris tak dilibatkan dalam praktik pungli itu. Namun menunjuk perwakilan siswa yang ditunjuk mengutip biaya dari setiap siswa. Memang sejumlah sekolah yang dituding melakukan pungli dibantah petinggi di sekolah itu. Para petinggi di sana beralibi, pihak sekolah tak pernah mengutip biaya Hari Guru. Jika pun ada praktik pengutipan, hal itu atas keinginan bersama para siswa yang dikoordinir masing-masing ketua kelasnya. Salah satu sekolah yang diketahui lakukan dugaan praktek pungutan liar yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kota Medan. Sekolah yang beralamat di Jl. Sindoro No.1, Medan ini ditengarai mengutip dari beberapa siswa siswinya untuk perayaan hari Guru sebesar 60 ribu rupiah. Salah seorang siswi yang namanya tidak mau disebutkan bahwa kutipan itu diperintahkan masing-masing wali kelas, dan dana tersebut digunakan untuk semarakkan pesta Guru pada 25 November mendatang. “Ya kami memang dikutip pak sebesar 60 ribu per orang, dan nanti katanya ada keyboard buat hiburan”, ungkap siswi ini.

Hasil gambar untuk hari guru

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Medan, Dra. Asli boru Sembiring, MM saat dihubungi MetroRakyat.com, mengaku pihak sekolah tidak pernah menyuruh setiap ketua kelas atau wali kelas untuk mengkoordinir kutipan biaya untuk hari guru. “Sampai saat ini kami belum ada melakukan pungutan apapun kepada siswa untuk hari Guru”, ujar Asli, Kamis (10/11/2016). Kepala sekolah ini mengatakan tetap tidak merestui kutipan terkait perayaan hari Guru tersebut, bahkan pucuk pimpinan SMK Negeri 1 Medan ini mengakui tidak mau terlibat masalah, namun mengakui bahwa kemungkinan kebijakan dari Organisasi Intra Siswa (OSIS) atau per kelas untuk guru-gurunya. Pun demikian, sekali lagi perempuan ini tetap melarang kutipan tersebut dilakukan, dan peringatan untuk guru-gurupun telah disampaikannya, agar tidak boleh mengambil kebijakan yang benar-benar menyalahi peraturan. “Kalau ada kutipan ditemukan di sekolah kita, maka ini bukan menjadi tanggungjawab kami dari pihak sekolah”, tutup Asli Sembiring.

FKPD Kota Medan Bentuk Satgas Saber Pungli

 

Seperti diketahui, Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan telah membentuk Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) di The Heritage Grand Aston Hotel Medan, Senin (31/10/206) lalu. Hal ini dilakukan dalam tindak lanjut sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) No.87/2016 tentang Satgas Saber Pungli.  Pembentukan ini dilakukan untuk menghilangkan praktek-praktek yang dilakukan oknum-oknum apratur pemerintah yang tidak sesuai dengan ketentuan maupun peraturan berlaku seperti melakukan pungutuan liar (pungli) sesuai dengan Perpres No.87/2016 tersebut. Dengan  demikian akan lebih meningkatkan kinerja apratur pemerintah dalam upaya untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Kendati kenyataannya dilapangan, masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan dengan sejumlah modus seperti kutipan jelang hari Guru. (MR/RED).

Komentar

2 komentar

  1. pak pengelola metrorakyat.com. pencatuman foto utk brta in sebaiknya diganti karena itu foto kami. karena acra positif tp pnggunaan utk hal kurang baik bs mnimbulkan persepsi kurang baik

  2. Terima kasih pak atas informasinya, kami mohon maaf sebelumnya, dan telah kami ralat berita fotonya.

Komentar ditutup.

Breaking News