Hj. Masraya, S.Pd – SMPN 27 Medan : “Mari Menghargai Jasa Guru Dengan Sepenuh Hati Dan Memajukan Generasi Bangsa Indonesia”.

Hj. Masraya, S.Pd – SMPN 27 Medan : “Mari Menghargai Jasa Guru Dengan Sepenuh Hati Dan Memajukan Generasi Bangsa Indonesia”.
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN —- “Cara bangsa ini memperhatikan guru akan sangat menentukan sekali masa depan Indonesia. Cara sebuah bangsa memperlakukan guru adalah cara sebuah bangsa menyiapkan masa depan. Anda apresiasi hari guru , berarti Anda apresiasi masa depan. Kalau kita tidak menghargai guru, maka kita tidak sedang menghargai masa depan karena kita titipkan persiapan masa depan itu kepada para guru,” demikian ungkapan Masraya Hutasuhut kepada MetroRakyat.com, Jumat (25/11/2016) di ruangannya saat ditanya seputar harapannya pada Hut Guru.

Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Medan, Hj. Masraya, S.Pd.

Masraya mengatakan bahwa saat ini banyak sekali masyarakat Indonesia kurang memahami bagaimana tingkat kesulitan seorang Guru dalam memberikan pendidikan dan pengajaran, dan bukan sekedar sebagai profesi saja melainkan sekaligus menjadi orangtua di dunia pendidikan. “Ini adalah moment yang sangat berharga bagi kami para Guru, karena Guru tidak lepas sebagai pendukung dan pencetak para anak-anak bangsa ini menjadi pemimpin kelaknya”, papar Kepala SMP Negeri 27 Medan ini.

Lebih lanjut Wanita kelahiran di Padang Sidimpuan ini mengatakan, ada banyak gelar yang diberikan kepada guru, pahlawan tanpa jasa, namun menurut saya, Guru adalah Pahlawan Penuh Jasa, karena hanya melalui gurulah orang dapat mempelajari sesuatu yang baru. Guru dimaksud tidak hanya yang ada dilembaga formal belaka, namun yang bersifat universal.  “Kita juga ungkapkan terima kasih banyak pada Pemerintah yang sudah memperhatikan pengabdian para Guru-Guru di tanah air, baik dari segi peningkatan kesejahteraan maupun dari segi penunjangan sumber daya manusianya sendiri yakni Guru”. 

Masraya ungkapkan juga terkait sambutan Nasional Menteri Pendidikan  Muhadjir Effendy, yakni bagaimana memajukan keprofesionalismean Guru dan memajukan program-program pendukung sebagai kemajuan sumber daya manusia sang Guru itu sendiri serta peningkatan kesejahteraan seperti tunjangan khusus dan tunjangan profesi. “Saya rasa peringatan hari Guru bukan sekedar seremonial belaka, namun bagaimana kita lebih menghargai peranan Guru dalam berbagsa dan bernegara, maka mari bahu membahu untuk membangun pendidikan lebih baik kedepan”, pungkas Wanita berlatar belakang pendidik atau Guru ini selama 30 tahun lebih. (MR/Ronal).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.