Bikin Resah, Warga Minta Pemkab Deliserdang Tutup Panglong Somil di Desa Helvetia Kec.Labuhan Deli
MetroRakyat.com | LABUHAN DELI – Aktifitas panglong Somil di Gg. Rahayu Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang sangat meresahkan warga. Selain menebarkan debu ketaman ke seluruh penjuru tempat, tempat somil yang dianggap ilegal itu juga setiap harinya mengeluarkan bunyi mesin yang membisingkan, Senin (28/11/2016).
Menurut Iyan (45) warga Desa Helvetia, keberadaan panglong somil yang disebut-sebut pemiliknya bernama Robet tersebut tak pernah menghargai warga setempat. Ini bisa dibuktikan dengan kegiatan pekerjaan buruhnya yang setiap hari memakai badan jalan bahkan kadang menutupi jalan warga. “Bayangkan aja Pak, Si Robert itu tak menghargai warga sekitar. Mungkin dia banyak dekingnya makanya seenaknya saja dia memakai jalan umum untuk lokasi penggergajian kayunya. Yah pastinya warga disini sangat terganggu karena badan jalan dipakai untuk karyawannya bekerja,”ucap Iyan kesal kepada wartawan.
Bukan itu saja, warga sekitar pun resah dengan abu ketaman yang dikeluarkan panglong Robert. Karena abu itu membuat banyak jemuran pakaian warga menjadi kotor kembali. Bahkan ada sebahagian warga yang batuk-batuk yang diduga menghirup abu ketaman panglong somil Robert.
Informasi yang layak dipercaya, Robert selalu memakai tenaga preman bayaran untuk menjaga panglong ilegalnya. Robert pun tanpa sungkan-sungkan mengatakan kalau semua orang bisa diaturnya dengan uang. Dari informasi di Kantor Desa Helvetia kalau sampai kini sang pengusaha Somil, Robert belum pernah ada melaporkan jenis usahanya di kantor desa. Warga berharap besar agar pihak Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang bisa menutup lokasi panglong somil Robert yang sudah sangat meresahkan warga.(MR/Aril)
