Kisah Dharma Patra Sang Model di Jakarta…
MetroRakyat.com | MEDAN — Karena hanya Bunda yang mau mengerti….Menerimaku tulus apa adanya….Tuhan sayangilah bundaku tercinta….Bahagiakanlah Bundaku, lirik lagu Nasyid Fachmi Feat. Dodi Hidayatullah – Karena Hanya Bunda ini membuat terkadang kita tidak tau harus memahami arti hidup didunia ini jika tidak dengan tuntunan seorang Ibu. Ibu yang melahirkan dan membesarkan kita dianggap memiliki jasa yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Bagaimana jika kita hidup dengan tanpa seorang Ibu ? Maka kesedihan tak dapat dilukiskan, bagaimana dengan cerita pemuda yang satu ini menapaki ibu kota Jakarta hanya untuk membahagiakan seorang Ibu.


Namanya Dharma Patra. Seorang Model dan Penyanyi yang sedang merilis albumnya di label Tepindo. Pria kelahiran Medan 1 Juli 1993 ini percaya diri berangkat dengan keberanian dan niat tulusnya dalam mengarungi kehidupan di Jakarta. Kisah hidup pahit diungkapkan Dharma kepada MetroRakyat.com, dengan tujuan memberikan semangat dan motivasi bagi yang mengalaminya persis seperti keadaannya. Dharma adalah anak tunggal. Di saat Ibunya sudah meninggal dunia, ayahnya yang seharusnya merawatnya sampai besar ternyata meninggalkannya juga dan tidak tau pergi entah kemana. “Sejak 2009 ketika ibu saya meninggal dunia, dan ayah meninggalkan saya tidak tau dimana. Pada saat itu lah saya merasakan datang nya hidup yang sesungguhnya. Sejak kecil saya bercita-cita ingin terkenal dan disenangi banyak orang”, ungkapnya.


Dharma yang memiliki bakat Akting ini juga berkeyakinan bahwa bisa menjadi artis seperti di ibu kota Jakarta. Kendati dengan tanpa kedua orangtua dan kondisi ekonomi yang terpuruk tidak membuat Dharma putus asa, apalagi menyerah begitu saja. “Saya tak pernah menggagalkan diri saya. Tapi saya selalu mengusahakan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bakat acting yang sudah saya miliki dari sejak sma ini tidak tersalurkan hanya karna faktor ekonomi, yang telah mendoktrin saya bahwa utk menjadi seorang terkenal harus punya banyak uang” kata pria yang sering juara menyanyi ini.


Saat ini Dharama aktif dalam dunia casting kecil-kecilan, kendati masih tergolong pemula memasuki dunia akting di Jakarta. Baginya, menjadi artis bukan harus Perfect In Body and Face. Namun, menjadi artis adalah menjadi tokoh atau panutan bagi semua orang, dengan kata lain Public Figure. “Ketika kita bisa menjadi sorotan dimata publik. Ya itulah public figure. Keberadaan nya selalu dianggap. Saya ingin menjadi actor terkenal di indonesia. Saya tak pernah menggagalkan diri saya”, sebut Dharma.

Diakhir wawancaranya, Dharma akan lebih Optimis dalam menjalani hidup yang ditakdirkan baginya. “Mata saya telah terbuka, bahwa bakat pasti di bayar bukan membayar. Saya akan selalu berusaha. Optimis. Berani. Dan tetap bersyukur apa yg dimiliki sekarang. Dan berusaha lebih baik. Alhamdulillah saya mulai bekerja di Jakarta seiringan dengan berjalan nya waktu saya mengikuti casting kecil-kecilan. Semoga usaha kita juga dibayar impas oleh Tuhan ya. Amin”, pungkas Dharma.

Sekedar diketahui Dharma Patra akan Show Off Air di kampus daerah mampang Jakarta Barat dalam waktu yang dekat ini. Sejumlah prestasi ditoreh pria ganteng ini, yakni ; Juara 2 singing contest antar 3 kampus Medan, Juara 2 singing contes di LP3I Medan. Judul Single di album Harry Dharma – Tak Cinta, dengan motto ; “Hidup untuk sukses dan say no to giving up”. (MR/Red).

