Di Depan Kapolda se-Indonesia, Menko Polhukam: Tumor di Polri Harus Diberantas
MetroRakyat.com | JAKARTA — Menko Polhukam Wiranto menggelar video conference dengan seluruh Kapolda di Indonesia. Dalam temu elektronik itu, Wiranto meminta Kapolda mendukung Paket Reformasi Hukum Joko Widodo yang diumumkan dalam hitungan hari.
“Saya sampaikan juga ke pimpinan Polri dalam rangka reformasi yang digulirkan Presiden lewat Nawacita, Presiden jelas melakukan reformasi perkuatu di bidang ekonomi. Dilakukan dalam paket 13 kebijakan untuk memperbaiki ekonomi nasional,” kata Wiranto saat jumpa pers usai video conference di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2016).
“Sudah dijanjikan Oktober ini akan dilanjutkan dengan kebijakan masalah hukum, sebut saja revitalisasi hukum nasional. Hukum saat ini pada posisi sangat buruk, banyak kekotoran yang mengingkari filsafat hukum,” sambungnya.
Wiranto menuturkan, hukum perlu dikuatkan. Peran penting kepolisian bagaimana mampu mendukung revitalisasi hukum, aparat harus berikan contoh yang baik. Jika tidak, maka revitalisasi hukum akan sia-sia.
“Maka tadi saya melanjutkan pesan Presiden agar polisi enggak ragu-ragu melanjutkan reformasi di tubuh Polri sendiri. Adakan satu koreksi pada diri sendiri dengan langkah yang kuat dan tegas, tumor penyakit di Polri harus diberantas,” ujar Wiranto tegas.
Wiranto mengakui hal itu memang tak mudah. Diperlukan kerjasama Polri dengan masyarakat yaitu bagaimana menempatkan polisi menjadi lembaga yang dapat dipercaya masyarakat.
“Saya sampaikan tadi ke jajaran Polri untuk dapat dihayati, dapat diimplementasikan di lapangan dengan baik. Itu point penting yang saya sampaikan dari pertemuan dengan pimpinan Polri seluruh Indonesia,” ucap Wiranto.
Selain itu, Wiranto juga bicara soal persiapan pengaman pilkada serentak. Kesuksesan Pilkada tergantung pada peran serta semua elemen termasuk aparat keamanan dan masyarakat.
“Pilada Jakarta, Aceh, Papua, kita punya angka indeks keamanan pemilu cukup tinggi, sudah kita turunkan dengan harapan saat pelaksanaan berjalan baik. Saya ulangi aturan itu mematuhi, parpol mematuhi, aparat keamanan netral mematuhi, enggak ada masalah sebenarnya, engak perlu dikhawatirkan, pilkada ribut-ribut ini malah memalukan kita sendiri,” tutur Wiranto.
“Saya minta tolong masyarakat bantu aparat keamanan jaga pilkada seluruh wilayah Indonesia di 101 tingkat provinsi dan kota,” sambung Wiranto menyudahi pesannya. (MR/DTC).



