5 Napi Klas II-A Sibolga Kabur Dari Tahanan, 2 Berhasil Ditangkap, 3 Lagi?

5 Napi Klas II-A Sibolga Kabur Dari Tahanan, 2 Berhasil Ditangkap, 3 Lagi?

Metro Rakyat | TAPTENG / SIBOLGA –  Sebanyak 5 orang narapidana Lapas klas II-A Sibolga, Propinsi Sumatra Utara melarikan diri pada Minggu(18/9/2016). Sedangkan 2 di antara 5 napi binaan yang kabur berhasil diringkus pada saat bersembunyi di gedung kosong yang berada di luar Lapas. Diketahui,  Ke 5 Napi kabur dengan cara memanjat tembok pos pengawasan dengan memakai kain sarung mereka, dan melompati pagar kawat berduri di samping Lapas.

Kalapas Klas II-A Saat dikonfirmasi wartawan
Kalapas Klas II-A Saat dikonfirmasi wartawan

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait penemuan ganja di atas plafon kamar  mandi klas II-A blok Sisingamangaraja (21/8/2016) lalu,  belum lagi selesai, sekarang, malah ada kabar,  5 Napi Klas II-A melarikan diri dari Lapas Kota Sibolga tersebut.

img_20160831_113755

Saat dikonfirmasi MetroRakyat.com,  Gusti Lanang, kepala KPLP Lapas klas II-A blok Sisingansngaraja Sibolga nengatakan, tiga orang narapidana yang kabur bernama Hasundungan Aritonang, Jupiter Renol Hutabarat, Ala Wardana, alias Cacing. Ketiganya merupakan napi kasus narkoba yang hukumanya di atas 7 Tahun.” Katanya. Jajaran Menkum HAM, bekerja sama dengan aparat Kepolisian dan keamanan lainya sedang melakukan pengejaran kepada ke 3 napi yang melarikan diri tersebut.

” Kita akan segera menemukan mereka,” ucap Gusti Lanang kepala KPLP,  Senin, (19/9/2016).

Dikatakannya lagi, untuk mempersempit ruang gerak merek, Pihak lapas klas II-A Sibolga telah menyebarkan gambar ke tiga napi yang kabur di setiap kantor polisi, kedai kopi, tenpat pertemuan umum, dan UPT Kemenkum HAM, di seluruh Sumatra Utara.

“Kuat dugaan mereka kabur ke kota medan. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan ke3 napi tersebut, kita himbau agar melaporkan kekantor polisi terdekat,” Ujarnya.

Sementara itu Kalapas klas11-A  Sibolga, Nurdin mengatakan, bahwa kaburnya 5 napi akibat tidak maksimalnya standar prosedur  pengawasan yang di lakukan. Diakuinya, kekurangan pegawai dan over kapasitas lapas menjadi sebuah dilema yang saat dialami. Kapasitas lapas klas11-A Sibolga hanya 300 orang. Namun sejak maraknya kasus kasus narkoba, jumlah warga binaan melonjak sebanyak 657 orang. Sebagaimana besar warga binaan kiriman lapas lapas di Sumatra Utara, yang juga over kapasitas.” Cetusnya.

Kita bukanya mencari kambing hitam, tapi coba bayangkan dengan jumlah warga binaan sebanyak 657orang, petugas lapas hanya berjumlah 36orang dimana 13diantaranya merupakan  pejabat struktural. Ini nyata dan bukan mengada ada seluru lapas memang over kapasitas dan kurang pegawai . Ungkap Kalapas sibolga tersebut.(MR/Remember)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.