oleh

Polisi Dalami Keterlibatan Dua WNI Pemalsuan Paspor Haji

SHARE
176 views

MetroRakyat.com  I  JAKARTA — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan dua warga negara Indonesia pada kasus pemalsuan paspor haji di Filipina. “Saya pikir demikian (dua orang) dan bahkan lebih, karena gambarannya sudah ada,” kata Boy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8).

Boy menuturkan, dua orang tersebut merupakan koordinator dan pihak biro perjalanan. Kepolisian baru akan menggelar perkara untuk mendapatkan barang bukti yang cukup. Menurut Boy, Bareskrim Polri yang melakukan pemeriksaan ke Filipina baru kembali ke Indonesia dari Manila. “Jadi dalam satu hingga dua hari ini mereka akan gelar perkara, pasti dalam beberapa waktu ke depan penetapan tersangka akan disampaikan kepada masyarakat,” ujar Boy. Selain itu, Boy mengatakan, kepolisian belum menemukan indikasi keterlibatan petugas imigrasi dalam kasus ini. Petugas imigrasi sejauh ini disebut masih dalam status sebagai saksi.

Bareskrim Polri sebelumnya menggelar penyelidikan ke Filipina. Di sana mereka meminta keterangan tiga koordinator calon haji yang ditangkap di Filipina. Ketiga koordinator itu diduga turut mengurus keberangkatan para calon haji dan terkait dengan agen perjalanan.

Diberitakan, 177 WNI yang hendak berangkat ke Mekkah dari Manila ditangkap karena menggunkan paspor palsu. Pemerintah Indonesia menyatakan, mereka adalah korban penipuan agen perjalanan.Ditjen Imigrasi dan Polri hingga saat ini belum mengumumkan pihak-pihak yang dapat dimintai tanggung jawab pidana atas penipuan itu. Koordinasi dengan otoritas Filipina masih terus berlangsung. “Kami belum bisa pastikan siapa yang terlibat, tapi kepolisian sudah siap menidaklanjutinya,” ujar Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Ananta Yudha.

Menurut data Kemlu, 177 calon haji itu terdiri dari 100 perempuan dan 77 laki-laki. Sebanyak 101 orang di antara mereka berasal dari Sulawesi Selatan. Sisanya merupakan warga Jateng (19), Kaltim (13 orang), Jatim (12), Kaltara (7), DKI Jakarta (6), Jabar (6), Banten (4), Jambi (4), DIY (2), Sulbar (1), Sumut (1), dan Kepri (1). (cnn/aga).

Breaking News