Kepsek SMPN 16 Medan Buka Sosialisasi Paguyuban Kelas Dan Lingkungan Sekolah Bagi Orangtua Murid
MetroRakyat.com | MEDAN – Saat ini, orangtua jangan lagi hanya meletakkan tanggung jawab pendidikan hanya kepada guru di sekolah, selain guru, peran pendidikan saat ini sangat dipengaruhi dari perhatian orangtua dirumah. Inilah kenapa hari ini kami guru-guru SMPN 16 Medan menggumpulkan para orangtua murid untuk memberikan sosialisasi dan agar lebih mengenal lingkungan sekolah ini, serta dapat saling mengenal sesama orangtua murid, guru-guru yang mengajar dikelas termasuk wali kelas dan juga Kepala Sekolah. Demikian dikatakan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Medan, Dra.Hj.Irnawaty, MM, Jumat,(5/8/2016) diruangan Laboratorium SMPN 16 Medan.
Lebih lanjut ditambahkan Irnawaty lagi, bahwa dilaksanakannya sosialisasi kelas dan pembentukan paguyupan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No.11 Tahun 2015. Dan baru disosialisasikan tahun kemarin kepada wali murid kelas 8 dan 9. Sehingga masing-masing kelas sudah punya paguyuban atau rukun keluarga.
“Ayah dan ibu perlu terlibat dalam kegiatan disekolah agar dapat lebih mengetahui pribadi dan keseharian dari anak-anak mereka. Sehingga perlulah dibentuk prinsip kemitraan keluarga degan sekolah yang harus kita pegang yakni terdiri dari:
1.Semangat gotongroyong dan kebersamaan
2. Saling melengkapi dan memperkuat
3.Saling asah, asih, dan saling asuh.
4. Kesamaan hak, kesejajaran dan saling menghargai.
Kebersamaan yang dimaksud adalah sesuai dengan 10 program Mendikbud, untuk menunjukkan keterlibatan ayah dan ibu terhadap anak di sekolah, yaitu: Hadir pada hari pertama anak mengantar anak bersekolah, Mengikuti pertemuan dengan guru minimal 2 kali dalam satu semester., Mengikuti kelas orangtua minimal 2 kali dalam satu tahun, Hadir sendiri dalam pengambilan rapot, hadir dan terlibat aktif pada acara pentas kelas pada akhir tahun ajaran. Hadir sebagai narasumber dikelas, Terlibat aktif pada paguyuban orangtua, Hadir di hari Ayah, Membantu membuat APE. (Alat peraga edukatif), dan Membantu mengelola perpustakaan sekolah.” Terang Irnawaty.
Ditambahkannya, bahwa sekolah SMPN 16 Medan adalah sudah menjadi kebanggan setiap orang yang pernah bersekolah mengecap pendidikan ditempat tersebut, sehingga tidak heran jika setiap tahunnya sangat banyak minat para orangtua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk dapat diterima belajar di salah satu sekolah milik Pemko Medan tersebut.
“Sebagai Kepala Sekolah di SMPN 16, saya telah mengetahui bahwa yang bersekolah disini banyak yang turun temurun, maksudnya, dari orangtuanya, kemudian dilanjutkan lagi oleh anak-anak mereka, sehingga letak lokasi sekolah yang sangat padat penduduk ini, tentunya akan kewalahan untuk menampung siswa baru setiap tahunnya. Itulah sebabnya kita tidak mampu membuat jumlah siswa idealnya 39 orang per kelas.Namun kita boleh berbangga karena sampai saat ini banyak perubahan yang positif bagi seluruh anak Didik di SMPN 16. Sehingga setiap tahunnya selalu mendapatkan prestasi dari berbagai bidang kegiatan.
Untuk prestasi, SMPN 16 Medan telah banyak meraih juara termasuk penghargaan baik tingkat daerah, dan tingkat nasional seperti penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat provinsi 2016. Juara tingkat sekolah berprestasi Se Kabupaten kota tahun 2015. Menjadi sekolah mitra USAID terbaik sejak tahun 2014. Sehingga seluruh kabupaten dari seluruh provinsi setiap bulan rutin berkunjung ke SMPN 16 Medan. Tujuan kunjungan kedatangan mereka hanya satu yakni mereka ingin melihat program cara belajar murid di SMPN 16 Medan. Dan mereka semua sangat terkesan. Dengan cara belajar sistem belajar secara berkelompok. Kalau prestasi Kepsek, saat ini masih menjadi juara II untuk tingkat provinsi. Prestasi siswa, juara II renang O2SN, siswa bernama Arum Pertiwi dia sudah dua kali meraih juara.” Terangnya.
Kepada orangtua siswa Irnawaty juga memberitahukan tentang visi dan misi serta profil SMPN 16 Medan, “Disekolah ada namanya “Jargon” atau ungkapan, kalau disebut SMPN 16 Medan, maka murid akan menjawabnya SMART., apa itu SMART?, SMART adalah kepanjangan dari kata Sukses, Mutual, Active, Religious, Talented. Visi: Unggul dan berkwalitas berdasarkan pada iman dan taqwa serta berbasis lingkungan.
Misi: Menciptakan suasan kondusif bagi peningkatan iman dan taqwa.
Membentuk pribadi peserta didik yang berbudi pekerti cerdas, terampil dan terhindar dari narkoba.
Membentuk pribadi peserta didik yang jujur, berani, santun, dan bertanggung jawab. Menciptakan sekolah yang berbudaya lingkungan.” Jelasnya.
Dengan Jumlah siswa sebanyak 838 siswa, terdiri dari siswa Perempuan 444, jumlah siswa laki-laki, 394, dengan 19 kelas yang ada saat ini.
Untuk guru tenaga pendidik SMPN 16 Medan, memiliki 7 guru laki-laki dan 39 guru perempuan.”Sekolah ini juga sudah lama memanfaatkan bank sampah, sehingga kantin sekolah tidak lagi menjual jajanan yang dikemas dengan plastik, namun setiap siswa akan disediakan piring dan cangkir plastik ketika memesan jajanan.” Pungkas Irna.
Usai memberikan sosialisasi kepada para orangtua murid, selanjutnya Kepala Sekolah mempersilahkan para orangtua untuk mengikuti wali kelas anak mereka masing-masing sekalugus melihat ruangan kelas anak mereka masing-masing. Untuk selanjutnya akan dilakukan pemilihan Ketua dan pengurus paguyuban kelas per kelas untuk anak didik baru di sekolah tersebut. Ini dilakukan dengan harapan dapat terjalinnya kerjasama yang baik antara guru dan orangtua dengan membentuk paguyuban orangtua perkelas.(red)
