Kolom Simbolon Kepala SMA/SMK Advent Didesak Mundur Dari Jabatannya.

Kolom Simbolon Kepala SMA/SMK Advent Didesak Mundur Dari Jabatannya.
Bagikan

MetroRakyat.com  I  MEDAN  —   Sejumlah kalangan yakni para alumnus sekolah yayasan Advent Masehi Hari Ketujuh yang beralamat di jalan Air Bersih No.98 Medan, mendesak  Kolom Simbolon agar mundur dari jabatannya. Hal itu dikemukakan sumber yang juga alumni SMA Advent tahun ajaran 2015/2016 kepada MetroRakyat.com, Rabu (13/7). Sumber yang namanya tidak mau disebutkan itu berkata bahwa semenjak kepemimpinan Kolom Simbolon sebagai Kepala Sekolah, telah banyak hal-hal yang tidak layak dilihat. Seperti dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terlihat dari tidak adanya pembangunan secara signifikan atau nyata yang dilakukan oleh sang kepala sekolah tersebut. Disamping itu, kutipan alias pungutan terhadap pengambilan SKHUN memeberatkan para siswa dan siswi di sekolah tersebut. Selain itu, sumber menyatakan bahwa salah satu sekolah yakni SMK yang dianggap tidak layak menjadi sekolah karena siswanya masih tergolong sedikit. “Pernah datang pengawas dari Dinas Pendidikan, lalu kepala sekolah nyuruh kami agar pindah sementara ke lokal SMK agar pengawas dari dinas Pendidikan Kota Medan terkelabui bahwa siswa SMK memang banyak”, ujarnya sambil meminta kesekian kalinya agar namanya dirahasiakan khawatir jika Ijazah tidak diserahkan pihak sekolah akibat pemberitaan tersebut. Selain itu kutipan yang menjadi kewajiban yakni uang alat dan uang osis, yang peruntukkannya tidak jelas, ungkapnya lagi. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan sejumlah siswa lainnya melalui investigasi langsung disekitar lokasi, bahwa pengakuan beberapa siswa lainnya tidak puas dengan kinerja sang kepala sekolah tersebut. Siswa yang masih aktif mengecap pendidikan di Yayasan Advent itu juga berkata, bahwa fasilitas Olah Raga tidak terpenuhi, dan mengakibatkan siswa itu berkesimpulan kepemimpinan Kolom Simbolon diduga korupsi.

Siswa lainnya yang tak lain adalah menjadi penghuni Asrama Sekolah Advent tersebut berkata, bahwa kedisplinan di sekolahnya sangat memprihatinkan. Selain itu kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terkesan sangat diragukan disamping kemungkinan besar sekolah tersebut tidak diakui statusnya.

SMA / SMK ADVENT DIAKUI STATUSNYA.

Petinggi Dinas Pendidikan Kota Medan, Zulhanif ketika dikonfirmasi mengenai status sekolah  SMK yang dipertanyakan siswa, mengatakan bahwa statusnya diakui  Pemerintah. Mengenai kinerja kepemimpinan Kolom Simbolon, Zulhanif tidak mau berkomentar karena sekolah tersebut adalah milik swasta dan bukan dibawah naungan Pemko Medan.

Seperti diberitakan Dinas Pendidikan Kota Medan  sudah berulangkali mengingatkan para kepala sekolah tidak melakukan kutipan kepada siswa untuk mendapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Kalaupun ada kutipan, Disdik menoleransi, namun jumlahnya tidak besar. Tidak halnya dengan Yayasan SMA / SMK Advent yang beralamat di jalan Air Bersdih No.98, Medan. Sejumlah siswa yang ikut dalam pengambilan SKHUN berkomentar dan merasa keberatan, akibat pengutipan dengan dalih sebagai uang ucapan terima kasih alias tidak dipaksakan, Selasa (12/7). Siswa yang namanya tidak mau dipublikasikan menuturkan bahwa mereka dalam pengambilan SKHUN dimintai sejumlah uang sebesar Rp.150.000,-. “Ya bang, kami diminta uang 150 ribu buat nebus SKHUN, dan itu sudah kewajiban. Karena guru kami sepakat kalau dikutip dari kami. Ada guru kami ibu Sinaga yang sampaikan gitu”, ujar siswa tersebut kepada MetroRakyat.com. Masih kata siswa itu, beberapa rekannya turut juga memberikan uang sebesar 150 ribu, dan diserahkan kepada guru atau wali kelas masing-masing siswa.  Kebijakan itu pun, malah bukanya membuat mereka senang tanpa mempersoalkan nilai uang kutipan tersebut melainkan menjadi resah. Sebabnya, tebusan SKHUN itu ada juga membuat siswa lainnya kecewa ketika mendapatkan nilai yang tidak memuaskan. “ Andaikata jika ada  nilai yang 0 koma, tapi tetap juga bayar Rp 150 ribu ya ?,” cetus siswa lainnya. (MR/Team).

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.