Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan : “Kami sudah maksimal bekerja dan sesuai SOP”.
MetroRakyat.com I MEDAN — Pasar Aksara di Jalan Aksara, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu terbakar, Selasa (12/7). Api diketahui pertama kali muncul dari lantai dua blok enam. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api yang melumat pasar tersebut. Sedangkan polisi dari Satuan Sabhara ikut mengamankan lokasi kebakaran. Belum ada laporan korban jiwa berikut kerugian material. Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, M. Tampubolon mengakui bahwa teamnya telah melakukan tugas sesuai dengan Standar Operasional (SOP). Sebagaimana diketahui, tudingan para korban kebakaran mengatakan bahwa ludesnya barang-barang dagangan akibat kelalaian petugas pemadan kebakaran yang dinilai lengah atau terlambat untuk antisipasi ketika api tersebut masih bisa dipadamkan. “Kita sudah maksimal dalam bertugas, dan sudah melakukannya dengan Standar Operasional. Yang kita sayangkan adalah mengapa korban kebakaran menuding kita sebagai penyebab hangusnya barang dagangan mereka”, ujar Tampubolon kepada MetroRakyat.com saat ditemui diruangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kantor Walikota Medan, Kamis (14/7). Lebih lanjut Tampubolon mengatakan bahwa ke 70 petugas pemadam tersebut sudah melakukan yang terbaik, namun disayangkan bahwa beberapa faktor menjadi sulit memadamkan api, salah satunya tidak ada pintu darurat di lantai dua tempat sumber api. Hydrant yang ada dilokasi juga tak berfungsi, dan mengakibatkan selama 2 hari kebakaran menghanguskan hampir 100 persen gedung dan isinya, ujarnya. “Jadi jika ada warga yang menjadi korban kebakaran tersebut menyalahkan kami pemadam kebakaran karena terlambat, bisa kita bayangkan bahwa jalan disekitar lokasi itu kan macet. Dan, ke 30 unit mobil pemadam kita pun silih berganti harus isi air, jadi saya keberatan jika kami melakukannya tidak maksimal seperti yang ditudingkan warga”, tandasnya.

Sebagaimana diketahui Pasar Aksara terbakar menurut saksi mata diakibatkan kebakaranberawal dari warung minuman. Api pertama terlihat dari kulkas di warung minuman tersebut. Selain itu pedagang di Aksara yang juga saksi awal menduga kebakaran terjadi dikarenakan korsleting listrik. 30 Unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan Pemko Medan, namun tidak mampu menyurutkan api yang semakin membesar dan mengakibatkan hampir seluruh toko-toko di Pasar Aksara tersebut musnah menjadi abu. Sedangkan kepolisan sekitar 190 personel turut mengamankan kebakaran tersebut. Dan kerugian yang diakibatkan mencapai milyaran rupiah. (MR/Immanuel).
