Wakil Walikota Medan Sidak dan Pantau PPDB Di SMAN 4
MetroRakyat.com I MEDAN — Mulai Senin, 27 Juni hingga Sabtu, 2 Juli 2016., sejumlah sekolah di kota Medan telah membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2016/2017. Di hari kedua, SMA Negeri 4 Kota Medan tidak luput dari ratusan calon siswa yang ikut serta mendaftarkan dirinya. Pantauan MetroRakyat.com pada Selasa (28/6), terlihat ratusan calon siswa / siswi dengan didampingi orangtua berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta test uji kemampuan khusus penerimaan peserta didik baru. Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution didampingi Lurah Sei Putih Tengah James RE Simanjuntak sidak di SMA Negeri 4 Kota Medan, guna memantau kelancaran PPDB tahun ini. “Kita mau lihat bagaimana proses penerimaan peserta didik baru ini di SMAN 4, dan Alhamdulilah semoga lancar-lancar saja”, ujar Akhyar kepada MetroRakyat.com.

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution diterima salah seorang panitia PPDB, Nurmaidah. Nurmaidah mengatakan bahwa proses PPDB kali ini membludak akibat calon siswa/i tersebut tidak mau ketinggalan menjadi siswa/i SMA favorit itu. Salah satu sekolah unggulan di kota Medan itu telah menuai banyak prestasi, dan nama baik almamaternya tetap terjaga, ujar Nurmaidah kepada Akhyar. “Tidak heran pak, jika sekolah ini dari tahun ke tahun menjadi sekolah favorit dan peserta yang mendaftar pada hari kedua ini mencapai kurang lebih 5 ratusan”, kata Nurmaidah. Akhyar berharap agar proses penerimaan peserta didik baru tahun 2016 berlangsung lancar, aman dan jujur serta tidak ada unsur kecurangan.
Pantauan MetroRakyat.com dilokasi, terlihat Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dengan Lurah Sei Putih Tengah James Simanjuntak dan Nurmaidah, bertatap muka langsung dengan para calon siswa. Akhyar juga melakukan dialog langsung dengan para orangtua calon siswa/i, dengan tanpa pendampingan atau protokoler yang begitu ketat.
Sekedar diketahui pada petunjuk teknis yang telah disusun, diatur bahwa kriteria penilaian terhadap peserta, yakni 70 persen nilai rata-rata hasil Ujian Nasional (UN), 20 persen nilai ujian tertulis di sekolah masing-masing, dan 10 persen nilai bina lingkungan sekolah.
Sementara kuota rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas, yakni 38 siswa per kelas untuk SMA dan SMK bidang ekonomi, bisnis, dan sekretariat, 30 siswa per kelas untuk SMK program keahlian, 36 siswa per kelas untuk SMP, dan 32 siswa per kelas untuk SD.

Juknis PPDB tahun ini berubah total dibanding tahun lalu. Tahun lalu, PPDB mengatur, jumlah satu rombel per kelas maksimal 40siswa. Sedangkan komposisi yang dinilai adalah 30 persen skor tes potensi akademik (tes tertulis), 60 persen nilai rata-rata hasil Ujian Nasional (UN), dan 10 persen skor bina lingkungan sekolah.
Lurah Sei Putih Tengah : Kita Tetap Monitoring Proses PPDB.
Lurah Sei Putih Tengah, James Simanjutak mengatakan bahwa proses PPDB tahun 2016 kali ini diharapkan berjalan dengan baik dan lancar. Kepada MetroRakyat.com, James mengatakan tetap melakukan kontrol dan monitoring, selaku perpanjangan pemerintah Kota Medan. “Saya tetap lakukan monitoring pasca PPDB ini, dan kita juga harapkan peran serta masyarakat agar tetap menjaga kekondusifan disamping pada PPDB tahun ini bertepatan dengan bulan Puasa”, tandasnya. ( Nelson S/MR02).
