Menginap di Kapsul Hostel? Sensasinya Memang Beda!
MetroRakyat.com I MAKASSAR — Pantai Losari di Makassar sudah menjadi ikon wisata ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini. Setiap wisatawan yang datang ke Makassar, hampir pasti tidak mau melewatkan untuk mampir di Pantai Losari. Bagi warga Makassar, Pantai Losari adalah tempat kumpul sekaligus ajang rekreasi bersama keluarga. Cobalah Anda datang ke Pantai Losari terutama pada akhir pekan, dijamin Jalan Penghibur penuh sesak oleh kendaraan dan orang lalu lalang di sepanjang pantai menikmati keindahan destinasi wisata bahari di malam hari.
Mungkin banyak yang belum tahu di deretan bangunan di Jalan Penghibur sepanjang Pantai Losari terselip bangunan yang diapit rumah makan dan toko swalayan. Namanya Pod House. Bagi mereka yang sering lalu lalang di kawasan Losari bisa jadi belum menyadari bangunan apa ini.

Tak ada yang menonjol dari bangunan ini. Masuk ke dalam akan disambut suasana kafe anak muda, Pod Kofie. Minuman khusus kawula muda tersedia di sini. Dinding dihiasi ornamen khas anak zaman sekarang dan terkesan gaul.
Ketika wartawan memasuki Pod House, Sabtu (18/6/2016) malam, Pod Kofie dipenuhi anak muda yang asyik bercengkerama, tertawa lepas satu sama lain. Terlihat akrab.
“Memang target Pod House adalah mereka yang berusia 18-35 tahun. Usia seperti ini bisa dari kalangan pebisnis dan traveler,” kata GM Marketing and Operation Pod House, Teguh Haryanto.

Menurut Teguh, letak Pod House yang sangat strategis di Pantai Losari membuat lokasi Pod House menyesuaikan diri dengan “kehidupan” destinasi terkenal di Makassar ini. Itulah sebabnya Pod Kofie buka hingga pukul 12 malam.
Kelas menengah alias middle class inilah yang hendak dibidik Pod House yang berada di bawah bendera Casante International Hotel Management.
Rudy N Hamdani, Presdir yang juga CEO Casante International Hotel Management menuturkan, kelas menengah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2012 hingga 2013 tercatat 50-60 juta. Tahun 2020 diperkirakan kelas menengah ini melonjak menjadi 120 juta. “Orang-orang ini butuh wisata dan butuh penginapan,” kata Rudy.

Rudy sadar, pihaknya tidak ingin mendirikan hotel berbintang karena pertarungan di bisnis ini begitu keras. Pilihan Casante adalah tempat penginapan yang terjangkau, murah tetapi bersih seperti layaknya sebuah hotel. Tipe hostel yang dipilih yakni kapsul hostel. Pertama kali kapsul hostel diperkenalkan di Jepang tahun 1979. Lantas berkembang ke Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Singapura. “Kalau wisatawan asing sudah familiar dengan kapsul hostel. Tinggal sekamar beramai-ramai. Beda dengan di Indonesia,” kata Rudy yang dulunya seorang bankir ini.

Setelah memutuskan membangun kapsul hostel, mulailah pendirian bangunan di Losari, Makassar, sebuah lokasi pantai yang selalu diramaikan warga Makassar dan wisatawan. Menurut Rudy, Pod House didirikan dengan konsep “boutique pod” yang pertama di Indonesia yang menyediakan tempat penginapan berstandar internasional dalam hal kebersihan, kemewahan, keunikan dengan harga terjangkau dan pelayanan prima. Pod House memasukkan konsep hostel, menginap menginap beramai-ramai dalam satu kamar namun dengan pelayanan seperti layaknya sebuah hotel dengan keramahan dan kenyamanan.

Namun, jangan buru-buru membayangkan Anda tidur di tempat tidur sebuah kapsul. Sama sekali tidak! Pod House menyediakan kamar dengan menyediakan tempat tidur bertingkat berukuran kecil layaknya sebuah kapsul. Pod House di lantai bawah terdapat Pod Kofie dan respsionis. Lantai 1 dan lantai 2 memiliki 4 kamar, di mana masing-masing kamar berisi 14 Business Pod atau tempat tidur. Total ada 56 Business Pod. Sementara di lantai 3 terdapat 3 Suite Pod.
“Ukuran setiap pod 1,3 x 2,1 x 1,2 meter, lebih lega dibandingkan pod lainnya. Matras dibuat khusus untuk Pod House. Setiap pod dilengkapi 2 bantal dan duvet. Dijamin tamu merasa nyaman saat beristirahat,” kata Teguh.

Khusus untuk 3 Suite Pod, sambung Teguh, kamar seluas 4 x 2,1 meter ini dilengkapi kamar mandi sendiri, satu tempat tidur dan televisi 32 inch dengan 44 channel.
Fasilitas untuk tamu
Teguh memaparkan, setiap tamu yang menginap di Pod House Losari, usai check-in akan mendapatkan kunci kamar, handuk, botol mineral, dan kunci magnet locker.
“Setiap tamu mendapatkan gelang dilengkapi kunci magnet locker. Sebelum masuk kamar, di setiap locker sesuai nomor tempat tidur tersedia sandal. Silakan simpan sepatu anda dan ganti dengan sandal. Sementara locker yang satunya berada di bawah tempat tidur untuk menyimpan tas dan barang-barang pribadi,” urai Teguh.

Saat wartawan memasuki kamar tempat menginap, suasana begitu segar apalagi ditambah bau aroma terapi berupa aroma sereh memenuhi seluruh kamar. Tempat tidur tingkat terlihat kokoh dengan matras atau kasur yang empuk. Kebetulan kamar wartawan menghadap langsung ke Pantai Losari. Wow! Dari jendela bisa menyaksikan langsung suasana Pantai Losari sepanjang hari dari sepi hingga ramai. Cuma bagi Anda yang belum terbiasa tidur di tempat tidur bertingkat harus hati-hati saat memasuki tempat tidur bagian bawah atau saat naik ke tempat tidur di atasnya.

Soal colokan listrik jangan khawatir. Setiap tempat tidur tersedia colokan listrik. Bisakah buka laptop di tempat tidur? Sangat mungkin. Tersedia meja kecil yang bisa dilipat untuk meletakkan laptop dengan koneksi wifi yang lumayan kencang.
Kalau tamu ingin ke kamar mandi atau toilet, tersedia di luar kamar. Setiap lantai dibagi untuk kamar khusus perempuan dan laki-laki. Masing-masing lantai menyediakan tiga toilet dan tiga kamar mandi. Kenyamanannya hampir sama dengan menginap di hotel, tersedia wastafel sampai hair dryer.
Ingin menyaksikan Pantai Losari dari atap gedung, silakan menuju rooftop Pod House. Dari sini tamu akan disuguhkan pemandangan saat matahari perlahan-lahan tenggelam di horison (sunset) Pantai Losari.

Berapa tarif menginap di Pod House. “Tarif Business Pod sebesar Rp 195.000 dan Suite Pod Rp 250.000 per malam,” kata Teguh. Kalau Anda berjiwa muda, senang bergaul serta gemar bertualangan maka menginap di kapsul hostel seperti Pod House ini memang pas. Simak kata Rudy. “Pengalaman yang menyenangkan bisa tidur ramai-ramai di kamar, saling ngobrol satu sama lain. Itulah yang ingin kita tawarkan kepada para tamu,” tuturnya.
Sejak diresmikan awal Mei lalu, Pod House sudah diinapi sebanyak 300-an tamu. “Pengalaman mereka positif-positif saja. Mereka suka dengan konsep kami, lifestyle, low price dan experience. Selain itu ada kafe, tempat tidur kecil tapi nyaman tak kalah dengan hotel berbintang,” kata Rudy.

Rudy tak menampik, pihaknya sudah mulai menjajaki lokasi wisata di Indonesia seperti Yogyakarta, Bali dan Gili Trawangan di Lombok untuk mendirikan kapsul hostel guna menyasar para pebisnis dan traveler usia muda sebagai sebuah gaya hidup. (komTrav/MR02).
