Siswa SMK di Solo yang Terjerat Narkoba Ini Tak Pernah Bermasalah di Sekolah
MetroRakyat.com I SOLO – Keterlibatan RSS (18), siswa SMK swasta di Solo, dalam jaringan narkoba yang dibekuk aparat PolsekSerengan, Solo, membuat pihak sekolah terkejut.
Pasalnya, siswa kelas X jurusan Komputer Rekayasa Perangkat Lunak ini dikenal rajin dan berprestasi.
“Anaknya itu memiliki minat sekolah yang tinggi, nilainya akademiknya cukup bagus dan rajin,” ucap guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah tersebut, Supono (58) kepada wartawan, Sabtu (28/5/2016).
Supono mengatakan RSS pernah mendapat ranking empat pada ujian semester ganjil.
“(RSS) anaknya itu biasa-biasa saja, tidak pernah membuat masalah di sekolah,” ujarnya.
Karena itulah sekolah terkejut saat mendengar kabar RSS ditangkap personel Polsek Serengan, Solo, karena diduga terlibat kasus narkoba.
Pihaknya menduga RSS yang selama ini dikenal pendiam menjadi korban jaringan narkoba.
“Ya baru sekali ini ada siswa kami yang terkena kasus (narkoba),” kata dia.
Dia mengatakan, RSS berasal dari keluarga kurang mampu.
“(Mungkin) karena diiming-iming untuk mendapatkan uang (untuk menjual paket sabu-sabu) itu membuat RSS tidak memikirkan apa dampaknya,” kata dia.
Sedangkan kuasa hukum RSS dari Yayasan ATMA Solo, Dunung Sukocowati, mengatakan RSS merupakan korban dari pergaulan lingkungan.
“Kami akan terus mendampingi proses hukum RSS,” katanya.
Sebelumnya Yayasan ATMA Solo telah meminta Polsek Serenganuntuk memberikan fasilitas tes ujian kenaikan kelas kepada RSS.
“Kami sudah melakukan koordinasi berbagai pihak, akhirnya RSS diizinkan mengikuti ujian kenaikan kelas,” terang dia.
RSS mengikuti ujian kenaikan kelas mulai Jumat (27/5/2016) di ruang konsultasi Rutan Klas IA Surakarta.
Ujian kenaikan kelas akan berlangsung hingga Sabtu (4/6/2016). (*)
