Yonadap Kambuaya : Perlakuan Rasis Pernah Di Alami, Waktu Berstatus Mahasiswa

Yonadap Kambuaya : Perlakuan Rasis Pernah Di Alami, Waktu Berstatus Mahasiswa
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MANOKWARI – Intelektual asal suku Maybrat, Yonadap Kambuaya, menjelaskan perlakuan Rasis yang terjadi di surabaya dan malang saat ini, mengingat kembali dirinya semenjak masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makasar, Sulawesi.

Lanjut Yonadap, waktu kuliah di Makasar  pernah mendapat  perlakuan rasis seperti ini.

“Kami sebagai anak anak Papua yang menuntut ilmu di negeri orang saat itu kami bingung  mau mengadu kemana, kasian di jalan jalan atau  Gang-gang komplex di Makasar kami ditertawa dengan sebutan monyet ini ada pisang,”ujarnya.

Masih menurutnya, tetapi mereka tidak dapat membalas satu kata pun, karena orang Papua yang berkuliah pada saat itu berjumlah sedikit dan waktu  itu kurangnya media informasi untuk mereka mengadu.

Lebih lanjut Yonadap menjelaskan masalah itu terjadi sudah sekian lama, semenjak  pulang dan tinggal di Papua dirinya perfikir masalah rasis ini  sudah hilang, ternyata masih ada juga. “Setelah mendengar kejadian yang menimpah adik-adik kami  di Surabaya dan Malang saat ini,”bilangnya.

Kekecewaan pun terungkap dari isi hatinya, “Setelah mendengar kejadian atau musibah yang menimpah adik adik kami di Jawa Timur, menurutnya ini perlakuan yang tidak adil atas sesama anak bangsa dengan memakai cara kekerasan yang di lakukan pihak keamanan di Jatim serta ormas yang tergabung dalam beberapa kelompok,”ungkapnya.

Kekerasan dengan memakai cara Rasis serta penghinaan terhadapat suku Papua yang juga bagian dari NKRI, kejadian ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Hut Republik Indonesia, kenapa tidak ada pencegahan dini dari pihak penegak hukum serta pemda Jatim, sehingga hal seperti begini tidak di haruskan  terjadi.

“Dampak dari kejadian yang menimpah adik adik kami di jatim, akibatnya sekarang situasi kamtibmas di papua dan papua barat  ricuh saat ini, semua aktifitas di hentikan,semua orang papua berteriak di jalan jalan, karena ula dari masalah rasis di Surabaya dan Malang,”ujarnya

Masyarakat Papua berharap Presiden Joko Widodo jika masih menganggap seluruh orang Papua adalah anak-anak warga Negara Indonesia, yang  menjadi satu dalam bingkai NKRI, agar membuat satu aturan regulasi tentang Rasis di indonesia.

“Supaya adik-adik kami yang menjalani studi di perantauan luar Papua bisa tenang dan nyaman,”harapnya.

Tambahannya lagi, sudah sebaiknya pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, agar dapat menjaga anak anak Papua yang menuntut ilmu di luar tanah Papua.

“Pemerintah harus menyiapkan fasilitas penunjang serta melakukan kordinasi dengan setiap pemerintah daerah di tempat studi anak anak Papua, sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman,” pungkasnya. (MR/Jefri)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.