Kondisi Pasar Sentral Sorong Sangat Memprihatingkan, Kinerja Pemkot Patut Di Pertanyakan

Kondisi Pasar Sentral Sorong Sangat Memprihatingkan, Kinerja Pemkot Patut Di Pertanyakan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KOTA SORONG – Ini sedikit ulasan dan pertanyaan mengkritik dari Generasi aktivis muda asal papua “Yance Dansnarebo,SH, alias (Jaden) saat di Wawancara media Jumat, (19/07/2019) Jaden menjelaskan perputaran ekonomi paling terbesar ada di wilayah Kota Sorong, salah satunya pasar sentral remu.

Namun dari dulu sampai sekarang ini, tidak pernah ada renovasi pasar yang baik ingga saat ini, bahkan jalan yang semestinya harus di lewati oleh mobil, terpaksa harus di pakai  pedagang untuk berjualan,  karena tidak ada ketersedian fasilitas yang baik dari pemkot untuk para pedagang papua maupun non Papua.

“Seperti yang saat ini di alami oleh mama- mama papua, mereka mengalas karung di tanah untuk berjualan, dimanakah hati dan mata pemkot sorong dalam peningkatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kearifan lokal bagi pengusaha orang asli papua OAP,”ungkapnya.

Jaden menambahkan, untuk saat ini pembagian penggunaan Dana Otonomi Khusus OTSUS sangat jelas, yaitu skema pembagian 90%  untuk pemerintah  kabupaten /Kota, lalu 10%, di kelolah oleh pemerintah provinsi.

Kegunaan dari dana otsus  salah satunnya yaitu peningkatan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan bagi orang asli papua serta peningkatan kearifan lokal, tetapi kondisi saat ini yang di alami mama mama papua yang berjualan di pasar remu,  mereka merasa susah, padahal dana otsus yang turun ke pemkot sorong sangat besar, tetapi tidak terserap baik ke pedagang OAP.

Kemudian ada hal hal yang menjanggal sehingga perekonomian berjalan tidak stabil, karena tidak ada transparansi yang di buat oleh pemkot sorong, pembeli semakin langkah, karena kondisi pasar remu yang sangat kotor, sampah berhamburan di dalam pasar maupun di luar pasar, tetapi pajak tiap bulan dan retribusi tiap hari, selalu di pungut pemkot dari pedagang papua maupun non papua, lalu sampah ini tanggung jawab siapa.,,?

Hal ini patut dipertanyakan, jangan pemkot cuma mengambil hasilnya saja, lalu kesejahteraan para pedagang tidak di perhatikan, seperti saat ini yang terjadi, pedagang papua dan non papua berjualan sampai menutupi akses jalan kendaraan roda empat, karena tidak ada fasilitas pununjang untuk para pedagang, sampah yang terhamburan di sekitar pasar remu di dalam maupun di luar, ini tugas pemkot sorong, jangan cuma ambil uangnya, tetapi kenyamanan pedagang harus di perhatikan juga.

“Harapannya kepada pemkot sorong dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah, harus benahi pasar remu, sehingga pedagang papua maupun non papua merasa nyaman dalam bertransaksi ekonomi antara penjual dan pembeli, sehingga nantinya masyarakat tidak akan bertanya, pasar sentral remu ini tanggung jawab siapa sebenarnya,” pungkasnya.(MR/Jefri)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.