Kenapa Air Soda Tidak Bisa Dikembangkan, Jawapannya Pemda Tidak Tau Pemilik Air Soda Yang Sebenarnya
METRORAKYAT.COM, TAPUT – Dua Masyarakat Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara saling klaim kepemilikian (Air rara) Air Soda yang berlokasi di kaki bukit Kecamatan Tarutung, masyarakat yang saling klaim kepemilikan tersebut adalah Minar Sihite yang saat ini mengusahai air soda dan dan Gurisa Aritonang Istri dari Marulak Lumban Tobing warga Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung.
Saat Metrorakyat menelusuri terkait kepemilikan air soda di Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung tepatnya Rabu (27/6) 2019. Saat itu ketika Metro Rakyat langsung wawancara khusus dengan Minar Sihite di lokasi Aek rara (Air Soda) yang mengaku mengusahai air soda saat ini dan mengaku memiliki air soda mengatakan ,”Awal saya pulang dari Jakarta dan menempati lokasi (aek rara ) Air Soda tahun 1965 dan saya usahai air soda Tahun 1973,” Kata Minar Sihite.
Dahulunya saya berada di Jakarta sebagai profesi bidan (bergerak di bidang kesehatan) namun saya mendengar adanya (Aek rara) air soda di Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung dan saya pulang dan menguasai aek rara (air soda) dan setelah saya usahai para turis berdatangan ke air soda sampai saat ini. Kata Minar Sihite.
Saat disinggung Metro Rakyat apakah air soda milik Minar Sihite dan apakah Minar Sihite bersedia agar aek rara dibesarkan dan dibangun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara agar air soda lebih dikenal di dunia? Minar Sihite mengatakan ,” Ya ini milik saya dan saya tidak bersedia bila lokasi Air Soda dibangun pemerintah,” Kata Minar Sihite.
“,Dua Bupati sudah saya lawan. Waktu itu dulu jaman Bupati RE Nainggolan dan jaman Bupati Torang Lumban Tobing saya tantang semua itu saya tidak bersedia (Aek rara) air soda dibangun,” Kata Minar.
Minar menambahkan, Saya sudah minta kepada pemilik sawah dekat air soda ini supaya saya bangun namun pemilik sawah tidak bersedia memberikan sawahnya kepada saya.Kata Minar Sihite.
Rencana saya biar saya bangun lokasi air soda ini dan Minar Sihite menjelaskan mamfaat dari (Aek rara) Air Soda bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Kata Minar Sihite.
Di lokasi yang sama waktu yang berbeda setelah wawancara dari Minar Sihite Tim Media Metro Rakyat langsung menuju Rumah Ibu Gurisa Aritonang Istri dari Marulak Lumban Tobing warga Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung yang mengaku pemilik aek rara (air soda) yang rumahnya sekitar 150 Meter dari Air Soda. Dalam wawancara khusus itu Ibu Gurisa Aritonang menjelaskan
Sawah dan Air Soda itu adalah milik kami dan nenek moyang kami Oppung kami sudah turun temurun tinggal di Desa Parbubu 1 , Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara.
,”Sejak berdiri kampung ini nenek kami kakek suami saya sudah menempati kampung ini,” Kata Gurisa Aritonang.
Saya menikah di kampung ini tahun 1957 dan saya dan mertua saya dulunya menanam padi di lokasi (aek rara) air soda.
Waktu itu kami menanam padi di sawah kami (aek rara) air soda dan sesudah panen sesekali kami menanam (bayon) tumbuhan yang biasaya bermamfaat membuat pandan (tandok pesta batak) dan tikar batak dahulu kala itu.
“, Keturunan bapak suami saya Marulak Lumban Tobing ada 2 kakak beradik dan kami memberikan sawah ke boru kami
Bapak Pantun Hutahayan yang persis sawah itu dekat dengan air soda tersebut dan rumah boru kami itu Bapak Pantun Hutahayan rumahnya persis di depan rumah kami ini,” Kata Gurisa Aritonang.
Terkait saat disinggung Metrorakyat adakah ikatan keluarga dengan Minar Sihite ? Gurisa Aritonang menjelaskan ,” Dang adong ikatan keluarga nami tu nasida holan parmargaon namai,” (Tidak ada ikatan kekeluargaan pada mereka itu hanya sebatas marga),”kata Gurisa Aritonang.
Gurisa Aritonang mengaku heran terhadap pihak dari Minar Sihite yang mengaku bahwa air soda itu milik mereka namun sawah itu adalah sawah milik keluarga Gurisa Aritonang.
Tegas Gurisa Aritonang, diambil pun 100 truk air soda itu tidak kami pedulikan namun tanah pertinggal nenek moyang kami akan kami pertahankan.
Gurisa Aritonang menambahkan mardosa do iba amang molo binuat naso ugasan niba jala lobi mardosa do iba molo pinasobbu jolma mambuat tading tadingni oppung niba,”(berdosanya kita bila kita ambil yang bukan harta kita dan lebih berdosa kita bila kita biarkan orang mengambil tanah peninggalan nenek moyang kita,”kata Gurisa Aritonang dengan bahasa daerah Batak.
Sambung Gurisa lagi, bahwa anak nya yang diperantauan mengatakan kepada dia, agar sementara ini tidak menanami padi di sawah miliknya.
Anaknya berencana ingin membangun ekonomi di kampung parbubu ini. “Anak saya merencanakan lokasi air soda akan kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara supaya lokasi air soda dibangun dengan tujuan supaya bangkit ekonomi masyarakat di kampung Parbubu Kecamatan Tarutung ini,” pungkas Gurisa Aritonang mengakhiri.
Masih di hari dan waktu yang sama pantaun Metrorakyat di lokasi Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara ekononomi di desa itu tidak berputar. dan jelas terpantau bahwa jalan di Desa itu pun sempit disamping itu Masyarakat Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung pun tidak dapat mampaat meski air soda sudah ternama didunia. Perlu kita ketahui bersama hanya dua lokasi air soda di dunia ini yaitu satu lokasi Air Soda pertama berada di Venezuela dan yang satunya lagi berada di Indonesia yang terletak di Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara.(MR/MARUDUT NABABAN )
Photo: Air Soda yang berlokasi di Desa Parbubu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. (MARUDUT NABABAN)
