Pendeta WTP Simarmata Duduk Di Senayan, Terimakasih Masyarakat Sumut

Pendeta WTP Simarmata Duduk Di Senayan, Terimakasih Masyarakat Sumut
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Mantan Ephorus Pdt. DR. (HC) WTP Simarmata, MA berhasil meraup suara terbanyak untuk DPD RI Sumut yang sudah ditetapkan KPU Sumut.

Pdt. WTP Simarmata, mengumpulkan 803.638 suara atau 12,89 persen. Pesaing terdekatnya Dedi Iskandar Batubara meraih 790.344 atau 12,58 persen. Melengkapi keduanya, dua calon lain peraih suara terbesar adalah Muhammad Nuh dan Badikenita Sitepu.

WTP Simarmata mengaku senang dengan perolehan ini dan menyampaikan terima kasih kepada rakyat Sumut yang memberikan kepercayaannya untuk duduk di DPR RI.

“Saya, WTP Simarmata bersama keluarga mengucapkan terima kasih kepada warga Sumut, serta penghargaan dan apresiasi kepada seluruh tim Pemenangan, relawan dan seluruh simpatisan,” ungkapnya di WTP Center, Kamis (23/5/2019).

Jumlah suara yang besar ini tak akan dapat tercapai tanpa kebersamaan dan dukungan masyarakat dengan lintas budaya, lintas agama, lintas denominasi Gereja dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

“Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para Pemuka Agama, Pimpinan Gereja, Tokoh Masyarakat, para Ibu Napak Pemuka dan warga gereja atas kesatupaduan tekad untuk menjamin terlaksananya pemilihan serentak tanggal 17 April yang lalu,” ucapnya

WTP Simarmata dalam kunjungannya keberbagai daerah di Sumatera Utara untuk mengikuti pertemuan dan sosialisasii Visi Misi, Ia merasakan rasa simpatik dan dukungan dari setiap daerah yang dikunjunginya.

“WTP meminta dukungan dan doa agar janji-janjinya dapat dipenuhi selama lima tahun ke depan untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara,” pintanya.

Keberhasilan inipun tentunya harus diakui dan disyukuri atas kerja keras Tim Pemenangan WTP yang dipimpin oleh Ketua Ir. Tumpal Simarmata yang juga sebagai Ketua Punguan Simataraja Raja Simarmata Medan.

“Selama satu tahun ini Tim Pemenangan tidak pernah mengenal lelah hanya untuk pemenangan ini, termasuk juga semua Pengurus Sektor Simarmata se Kota Medan,” pungkasnya.

Koordinasi yang mantap itu disambut baik oleh para Korwil di Kabupaten dan Kota se Sumatera Utara sehingga membentuk sebuah Tim WTP Sumut yang solid dan produktif.

“Kehadiran mereka semua sebagai Sukarelawan Murni yang hanya bercita-cita agar WTP Simarmata dengan Nomor 38 itu duduk di DPD RI,” katanya.

Terimakasih juga kepada semua saksi yang tetap hadir sampai dini hari sampai tidak tidur dalam penghitungan suara diberbagai tingkatan. Luar biasa kesediaannya menjadi saksi untuk mengawal suara nomor 38.

“Tidak lupa juga, ia menyampaikan terimakasih juga kepada semua generasi muda yang telah bekerja mengumpulkan salinan KTP warga masyarakat sebagai prasyarat untuk bisa mendaftarkan diri sebagai Calon DPD RI dari Sumaetra Utara. Saat itu yang dibutuhkan hanya 4000, namun bisa terkumpul 12.000 lebih dalam waktu kurang lebih dua bulan,” katanya.

Secara khusus WTP Simarmata mengucapkan banyak terimakasih kepada Tim WTP Center yang setiap hari bekerja dalam menyiapkan tugas-tugas administratif. Jasa mereka sangat besar. “Kepada para pendukung yang menyediakan APK dan memasangnya, punguan Marga-Marga dan STM Parsahutaon saya sampaikan juga banyak terimakasih,” sambungya.

“Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi juga saya sampaikan kepada penyelenggara pemilu di Kota dan Kabupaten se Sumatera Utara mulai KPPS, PPS, PPK, KPUD, dan juga pengawas dalam semua jenjang tugas masing-masing. Semoga saya tetap amanah, terus bersuara untuk rakyat serta berbuat untuk Sumatera Utara lebih baik untuk Indonesia Adil Makmur dan Sejahtera,” tandas WTP.

Ir. Tumpal Simarmata, Ketua Tim Pemenangan WTP mengatakan banyak warga Sumut menghargai motto WTP Simarmata yaitu Kemajemukan adalah kekayaan dan kekuatan.

“Sebagai Tim, kami membantu WTP Simarmata untuk membuktikan bahwa Politik adalah Suci dan tidak kotor. Suara yang terkumpul itu tanpa money politik, tanpa membeli dan tanpa tipu-tipu,” ucap Tumpal.

Sejak awal pada saat sosialisasi ke berbagai daerah memang WTP sudah menekankan, tidak mengenal belanja suara, tidak mengenal mendekati ini dan itu, apalagi memindahkan suara dari A ke B atau dari B ke C, itu akan mengkhianati suara rakyat dan harus dihindari,” imbuhnya.

“Awalnya WTP Simarmata kurang tertarik untuk ikut dalam pencalonan DPD, namun karena desakan para tokoh Agama dan mendapat dukungan dari akademisi, organisasi dan masyarakat agar dirinya mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara, khususnya Sumatera Utara,” tandas Tumpal. (MR/js)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.