Bawaslu Diminta Tegas Terkait Insiden di TPS 86 Kelurahan Tanjung Mulia

Bawaslu Diminta Tegas Terkait Insiden di TPS 86 Kelurahan Tanjung Mulia
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Perhitungan perolehan suara hasil pemilihan umum pada Rabu 17 April 2019 lalu sampai saat ini belum juga selesai meskipun telah dilakukan rapat plano di setiap kecamatan di Kota Medan, namun masing-masing kandidat melalui tim pemenangannya (saksi) masih terus mengawal suara kandidat mereka masing-masing mulai dari kantor kelurahan, dan kecamatan.

Ini dilakukan untuk menghindari adanya kecurangan seperti pencurian suara atau penghilangan suara yang disinyalir dilakukan oleh tim kandidat salah satu calon yang dipaksakan agar kandidat calon dapat memperoleh suara tinggi dan duduk di bangku legislatif.

Seperti yang terjadi di TPS 86 Kelurahan Tanjung Mulia Jalan Metal, Minggu (5/5/2019) di mana, disaat usai perhitungan suara, salah satu tim pemenangan kandidat calon dari partai Nasdem no urut 2 protes kepada pihak ketua KPPS kelurahan sebab, suara no urut 2 yang sebelumnya berjumlah 111 suara di TPS tersebut berubah menjadi 2 suara, dan sebaliknya suara no urut 1 yang sebelumnya 2 saat itu berubah menjadi 111.

Akibatnya, ketegangan pun terjadi di TPS 86, Kelurahan Tanjung Mulia Jalan Metal tersebut. ” Ini sudah ada dugaan permainan untuk memenangkan kandidat nomor urut 1, berdasarkan lembaran DAA1 di TPS 86 sebenarnya suara Landen Marbun berjumlah 111 suara, namun saat di cek plano sempat tidak ada, namun tiba-tiba ada. Saksi-saksi sudah menandatangani bahwa suara untuk nomor urut 2 sudah 111, tenyata pernyataannya berubah suara untuk nomor urut 2 menjadi 2 suara dan nomor urut satu berubah menjadi 111 suara,” terang saksi Landen Marbun bernama Hendra melalui selulernya saat di hubungi oleh wartawan Minggu (5/5/19) sore.

Informasi tentang perubahan suara drastis yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab cepat sampai kepada tim pemenangan dan pendukung nomor urut 2 dari partai Nasdem untuk Dapil dua itu, sehingga spontan mereka mendatangi kantor kelurahan Tanjung Mulia untuk memastikan suara jagoan mereka tidak berubah dari sebelumnya, karena mengetahui betul sosok Landen Marbun,SH yang selalu turun kebawah menampung aspirasi warga Kelurahan Tanjung Mulia.

“Kami tidak percaya, suara Bang Landen Marbun bisa berubah dari yang sebelumnya mendapat 111 suara menjadi 2 suara, kami tahu betul apa yang dilakukannya di Kelurahan ini selama beliau duduk menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Medan,” ujar Rio warga setempat.

Sementara, menanggapi itu, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap ketika dikonfirmasi terkait masalah yang terjadi diKelurahan Tanjung Mulia tersebut belum berani mengeluarkan kata-kata terkait permasalahan adanya dugaan kecurangan pengisian suara yang membuat tertukarnya suara calon no urut 2 ke calon no urut 1.

” Ooo, masalah itu ya, bg, bentar ya bg, masih di jalan ini, soalnya bising kali mau menjelaskannya, nanti saya telpon balik ya bg,” kata Ketua Bawaslu Kota Medan ini dari balik selulernya, Senin (6/5/19).

Amatan wartawan, para pendukung calon kandidat nomor urut dua yang terus mengikuti proses perhitungan suara dari awal sampai akhir, meminta agar pihak KPPS segera melakukan penghitungan ulang kembali untuk memastikan benar-benar suara Landen Marbun yang diduga sengaja di kurangkan untuk calon kandidat lain. Pihak keamanan dari Kepolisian juga melakukan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan ketegangan juga akhirnya dapat diredakan atas kesadasaran masing-masing. (MR/Tim)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.